{"id":1145,"date":"2022-03-22T08:01:25","date_gmt":"2022-03-22T01:01:25","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/?p=1145"},"modified":"2022-03-22T08:01:51","modified_gmt":"2022-03-22T01:01:51","slug":"manfaat-musik-untuk-perkembangan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/2022\/03\/22\/manfaat-musik-untuk-perkembangan-anak\/","title":{"rendered":"Manfaat Musik untuk Perkembangan Anak"},"content":{"rendered":"<p>Bernyanyi dan memainkan musik adalah aktivitas yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kedua hal itu adalah bagian dari kegiatan musik yang bisa ditemui saat menonton film, acara televisi, pertunjukan teater, ritual ibadah, wisuda, liburan, dan lain-lain. Di rumah, musik dapat menjadi media interaksi yang merekatkan anggota keluarga. Misalnya, seorang ibu menyanyikan lagu untuk menidurkan anaknya. Selain memberikan kesan yang menenangkan, musik juga menciptakan memori yang mendalam.<\/p>\n<p>Hampir setiap ibu menggunakan musik untuk menenangkan anak-anaknya, mengekspresikan cinta dan suka-cita, dan sarana untuk berinteraksi. Naluri ini seolah muncul secara alami dan memberikan efek yang mengesankan untuk anak-anak mereka. Para ibu mungkin tidak seluruhnya menyadari bahwa musik dapat memengaruhi perkembangan anak-anaknya, meningkatkan keterampilan ber-sosial, dan manfaat lainnya.<\/p>\n<p>Sebuah studi di Universitas California tahun 2016 menyebutkan bahwa pengalaman musik di masa kanak-kanak dapat mempercepat perkembangan otak mereka, terutama yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa dan membaca. Bahkan sebuah yayasan bernama NAMM Foundation (<em>National Association of Music Merchants Foundation<\/em>) melaporkan bahwa mempelajari alat musik dapat meningkatkan pembelajaran matematika dan meningkatkan nilai tes kemampuan dasar dan akademik.<\/p>\n<p>Namun demikian, prestasi akademik bukan menjadi tujuan dan manfaat musik yang utama. Sesungguhnya hampir seluruh bidang mampu ditingkatkan melalui musik. Intinya musik dapat merangsang perkembangan setiap anak dan mengantarkan mereka untuk siap memasuki sekolah. Kemampuan intelektual, berbahasa, motorik, sosial, dan emosi seorang anak akan dilatih ketika seorang anak belajar musik atau sekadar menjalani aktivitas musikal. Pikiran dan tubuh mereka akan digunakan untuk bekerja sama. Anak-anak di usia dini mengenal musik lagu-lagu sederhana. Di dalam lagu itu terkandung makna dari setiap kata, dan bunyi-bunyian. Dengan demikian kosakata dan pengalaman musiknya semakin bertambah. Selain itu, aktivitas gerak seperti menari sangat dekat dengan musik. Ketika anak mendengarkan musik otomatis tubuhnya akan bergerak mengikuti irama yang ada. Selain keterampilan musik yang dilatih, kemampuan motorik dan berkespresi juga ikut ditingkatkan. Musik juga dapat meningkatkan kemampuan mengingat, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.<\/p>\n<p><strong>Musik Sebagai Sebuah Permainan<\/strong><\/p>\n<p>Setiap anak di segala usia memiliki cara yang berbeda-beda alam mengekspresikan musik. Seorang bayi usia 1-2 taun bahkan mampu bergoyang, menggerakan tangan dan kepalanya ketika mendengarkan musik. Itu adalah salah satu respons yang dikeluarkan sekaligus menunjukkan kegembiraannya mendengar musik. Beberapa anak usia pra-sekolah bahkan telah mampu menciptakan lagu versi mereka sendiri, lalu menyanyikannya dengan riang gembira. Anak-anak usia sekolah dasar telah mampu bernyanyi dalam grup atau kelompok, dan memainkan instrumen musik tertentu, seperti piano, gitar, dan violin. Sementara anak-anak denga usia lebih besar (antara 11-17 tahun) telah bergabung dalam sebuah band di sekolah. Pada usia tersebut musik telah naik level sebagai alat untuk bersosialisasi, menjalin persahabatan, atau sekadar menuangkan ekspresi. Istilah \u201c<em>music for fun<\/em>\u201d masih sangat dirasakan pada anak-anak usia ini.<\/p>\n<p><strong>Bayi dan Balita<\/strong><\/p>\n<p>Seorang bayi lebih dulu mengenali lagu sebelum mereka belajar mengenali kata-kata dan berbicara. Musik instrumental yang lembut dapat memberikan efek relaksasi bagi mereka. Sebaliknya, musik yang keras seperti \u201crock\u201d atau bebop-jazz dirasa kurang cocok untuk bayi karena memiliki tingkat kebisingan yang tinggi. Selain itu, permainan ritmik, melodi, dan teknik yang kompleks kurang sesuai untuk digunakan sebagai musik latar permainan. Jika seorang ibu menyanyikan lagu-lagu saat memandikan atau menyuapi anak-anaknya saat makan, tentu saja kekuatan lagu pada level ini terletak pada lirik, selanjutnya adalah melodi yang sederhana dan mudah diingat. Bernyanyi untuk anak-anak adalah cara orang tua menjalin kedekatan, emosi, dan memerkenalkan tentang konsep keindahan (bunyi) sejak dini.<\/p>\n<p>Aktivitas musikal lain yang bisa diperkenalkan pada anak usia dini adalah memainkan alat musik. Instrumen musik yang dipilih tentu bukanlah drumset, keyborad, violin, atau gitar. Tetapi jenis alat musik perkusi; atau yang telah dimodifikasi. Elemen musik yang coba diperkenalkan utamanya adalah ritmik, misalnya melalui permainan ketukan. Anak dilibatkan dan diajak bermain ke dalam musik yang sederhana dan mengulang setiap bagian-bagiannya. Kunci bermain musik bagi anak usia dini adalah \u201cpengulangan\u201d. Di sela-sela bermain musik percakapan dapat dibangun dengan kata-kata sederhana. Dengan demikian kemampuan musik, berbahasa, dan menghafal sedang dilatih. Bertepuk tangan adalah gerakan musikal yang paling sederhana yang biasa dilakukan anak-anak.<\/p>\n<p><strong>Anak Usia Pra-sekolah<\/strong><\/p>\n<p>Bagi anak usia pra-sekolah bernyanyi adalah hal yang sering dilakukan. Terkadang kegembiraan yang dirasakan mereka ekspresikan melalui bernyanyi; tidak ada motivasi lain selain kesenangan. Pada level ini kemampuan musik anak juga dapat terlihat. Ada yang bernyanyi dengan cara mengaum atau berteriak, tidak ada pola melodi yang terbentuk dengan jelas. Tetapi ada juga yang telah memproduksi nada-nada yang stabil. Saat anak usia ini menyukai lagu tertentu, mereka cenderung mengulang lirik dan melodinya. Hal yang lebih sederhana lagi dengan mengulang ritmik menggunakan anggota tubuh atau alat-alat lain di sekitarnya. Anak-anak usia pra-sekolah sangat menikmati lagu-lagu yang bertemakan binatang, mainan, kendaraan, dan pepohonan. Aktivitas bermusik dapat dilakukan dengan cara-cara yang paling sederhana bagi mereka.<\/p>\n<p><strong>Anak Usia Sekolah<\/strong><\/p>\n<p>Pada tahap ini anak-anak masih senang terhadap lagu-lagu dengan tema yang sama dengan anak usia pra-sekolah. Tetapi, yang membedakan adalah kompleksitas lagu, misalnya menyanyikan lagu yang merangsang kemampuan berhitung, mengeja, dan mengingat rangkaian peristiwa. Anak usia ini juga telah mulai menunjukan kesukaan dan ketidaksukaannya pada musik tertentu. Oleh karena itu, musik yang cocok untuk anak-anak adalah musik sesuai dengan minat mereka.<\/p>\n<p><strong>Anak Usia Remaja<\/strong><\/p>\n<p>Masa remaja adalah masa mencari jati diri, mereka mulai kurang suka diperlakukan seperti anak kecil dan mulai bersikap lebih dewasa. Musik bagi anak usia remaja tentu saja musik yang bisa digunakan untuk bersosialisasi, membangun persahabatan, tujuannya agar mereka bisa diterima di dalam kelompok-kelompok baru. Musik yang umumnya dijumpai dan diminati di sekolah adalah band. Dengan bergabung dalam sebuah grup mereka merasa diterima dan mulai mengaktualisasikan dirinya.<\/p>\n<p>Musik selalu bertransformasi seiring perkembangan usia anak. Dengan demikian cara terbaik untuk mendapatkan perhatian mereka adalah dengan membawanya ke dalam aktivitas bermusik yang menyenangkan. Jika satu jenis musik tidak mampu membantu meningkatkan kemampuan otak kita, setidaknya mendengarkan dan memainkan musik adalah hal yang menyenangkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bernyanyi dan memainkan musik adalah aktivitas yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kedua hal itu<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":787,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[],"class_list":["post-1145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-educations","category-music"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1145"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media\/787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/riyanhidayat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}