{"id":577,"date":"2012-09-12T15:35:09","date_gmt":"2012-09-12T08:35:09","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/?p=577"},"modified":"2012-11-21T12:52:31","modified_gmt":"2012-11-21T05:52:31","slug":"representasi-kejadian-dari-sistem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/2012\/09\/12\/representasi-kejadian-dari-sistem\/","title":{"rendered":"Representasi kejadian dari sistem"},"content":{"rendered":"<p>Model simulasi kejadian diskret dapat dipandang sebagai model interaksi <strong>kejadian<\/strong> <strong>diskret<\/strong> yang muncul dalam sistem dan peubah keadaan sistem. Interaksi ini dapat direpresentasi sebagai grafik dengan simpul-simpulnya menyajikan kejadian-kejadian, dan percabangan berarah (atau ujung) grafik merepresentasi koneksi sebab langsung di antara dua kejadian.<\/p>\n<ul>\n<li>Sistem antrian dikatakan dalam&#8230; Steady state ketika<\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8230; untuk semua n. Ketika suatu M\/M\/s dalam steady state kita dapat menulis ulang persamaan sebelumnya menjadi<\/p>\n<p>\u03bb<sub>0<\/sub>P<sub>0<\/sub> = \u00b5<sub>1<\/sub>P<sub>1<\/sub><\/p>\n<p>(\u03bb<sub>n<\/sub>+\u00b5<sub>n<\/sub>)P<sub>n<\/sub> =\u03bb[n-1]P[n-1]+\u00b5[n+1]P[n+1], n=1, 2, &#8230;<\/p>\n<p>Himpunan persamaan relatif sederhana ini menyediakan solusi analitis ke sejumlah besar sistem antrian.<\/p>\n<p>Pertanyaan: bagai mana ukuran-ukuran kinerja sejumlah sistem M\/M\/s yang sering berguna sebagai model tahap pertama dari congestion system yang lebih komplek?<\/p>\n<p>Sebelum dicoba memodelkan dan menganalisis congestion system komplek, penting bahwa kita memahami bagai mana tabiat sistem elementer dan lebih sederhana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>M\/M\/1\/\u221e\/\u221e Model<\/p>\n<p>Dalam model ini kita definisikan \u03c1 = \u03bb\/\u00b5<\/p>\n<p>Pn = (1-\u03c1)\u03c1<sup>n<\/sup> di mana n = 0, 1, &#8230;<\/p>\n<p>L<sub>s<\/sub> = \u03c1\/(1-\u03c1) \u00e0 jumlah pelanggan dalam sistem, yang diharapkan<\/p>\n<p>L<sub>q<\/sub> =\u00a0 L<sub>s<\/sub> \u2013 \u03c1 \u00e0 jumlah pelanggan dalam antrian, yang diharapkan<\/p>\n<p>W<sub>q<\/sub> = \u03c1\/\u00b5(1-\u03c1) \u00e0 waktu pelanggan menunggu untuk dilayani, diharapkan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Model di atas memperluas model M\/M\/1 menuju model yang mengizinkan banyak pelayan yang identik.<\/p>\n<p>Meski pun model M\/M\/1<\/p>\n<div>\u2022Model paling sederhana yang akan kita pertimbangkan, ia adalah model baik untuk banyak sistem kongesti dan juga mendemonstrasikan banyak properti penting mereka.<\/div>\n<div>\u2022Dengan menggunakan model M\/M\/1, biarkan kita mempertimbangkan relasi di antara panjang antrian, Lq dan traffic intensity, \u03c1.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Perhatikan bahwa<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<div>\u2022Panjang antrian diharapkan adalah relatif kecil sampai traffic intensity mencapai tetangga dari 0,6.<\/div>\n<div>\u2022Ketika traffic intensity tumbuh setelah 0,6 antrian yang diharapkan tumbuh sangat kencang.<\/div>\n<div>\u2022Ketika \u03c1 adalah 0,6 \u00e0 Lq = 0,9 tetapi jika traffic intensity meningkat menuju 0,8 maka<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8230; Lq = 3,2<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<div>\u2022Oleh karena itu, meski pun traffic meningkat 33 %, panjang antrian diharapkan meningkat 255 %.<\/div>\n<div>\u2022Tabiat ini adalah tipikal kebanyakan sistem antrian. Ketika traffic intensity mendapat kedekatan ke 1,0 ada penambahan sangat cepat dalam ukuran-ukuran kongesti seperti Lq dan Wq.<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Model simulasi kejadian diskret dapat dipandang sebagai model interaksi kejadian diskret yang muncul dalam sistem dan peubah keadaan sistem. Interaksi ini dapat direpresentasi sebagai grafik dengan simpul-simpulnya menyajikan kejadian-kejadian, dan percabangan berarah (atau ujung) grafik merepresentasi koneksi sebab langsung di antara dua kejadian. Sistem antrian dikatakan dalam&#8230; Steady state ketika &#8230; untuk semua n. Ketika &hellip; <a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/2012\/09\/12\/representasi-kejadian-dari-sistem\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Representasi kejadian dari sistem&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-577","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-discrete-event-system"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=577"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/577\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}