{"id":2552,"date":"2015-04-08T08:15:18","date_gmt":"2015-04-08T01:15:18","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/?p=2552"},"modified":"2016-03-10T04:12:53","modified_gmt":"2016-03-09T21:12:53","slug":"otindak-lanjut-seminar-teknologi-nuklir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/2015\/04\/08\/otindak-lanjut-seminar-teknologi-nuklir\/","title":{"rendered":"Tindak Lanjut Seminar Teknologi Nuklir dilanjutkan Bio Massa"},"content":{"rendered":"<p>Jangan takut dengan teknologi nuklir karena 76,50 % rakyat Indonesia setuju ipteks nuklir. URL http:\/\/www.pikiran-rakyat.com\/node\/260465. Indonesia mempunyai cadangan uranium lebih dari 70.000 ton uranium. URL http:\/\/www.antaranews.com\/berita\/375792\/indonesia-miliki-cadangan-uranium-70000-ton<\/p>\n<p>Direncanakan ada Seminar Teknologi Nuklir dengan tema Aplikasi Teknologi Nuklir pada PLTN sebagai Sumber Energi Listrik RAMAH LINGKUNGAN bagi Industri untuk Memajukan Kesejahteraan Rakyat Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis 9 April 2015 jam 08.00 wib s.d. selesai di Aula Gedung A FT Unila dengan pemateri: Sudirman Said (Menteri ESDM), Djarot S. Wisnubroto (Kepala BATAN), dan Khairul Huda (Deputi BPI BAPETEN).<\/p>\n<p>Sebagai tindak lanjut seminar, kalau bisa kita berjuang agar satu di antara empat PLTN yang dibangun Pemerintah berlokasi di Provinsi Lampung Kabupaten Tulang Bawang Kecamatan Dente Teladas. Pesisir pantai timur Lampung aman dari potensi gempa bumi. Mengapa di lokasi itu? Karena posisinya di pertengahan Lampung, tidak terlalu ke utara, tidak terlalu ke selatan, sedikit pemukiman penduduk karena dekat dengan Taman Nasional Way Kambas.<\/p>\n<p>Di samping itu kecamatan tersebut tidak jauh dari Desa Margasari yang dikembangkan menjadi Lampung Mangrove Center. Diharapkan kehadiran PLTN di sana bisa mengembangkan pusat penelitian tersebut. Simak URL https:\/\/www.unila.ac.id\/lppm-siapkan-desa-binaan-di-lampung-timur\/?upm_export=pdf<\/p>\n<p>Hal ini bisa dikembangkan sekalian dengan dua piramida di Kec Mesuji Timur. Jadi untuk keperluan PLTN sebaiknya dibangun juga piramida sebagai tempat perkantoran dan pemukiman sehingga tiada kebutuhan lahan luas, dihindari pembukaan lahan yang bisa menyelamatkan populasi hutan yang ada.<\/p>\n<p>Piramida Register 45 bisa menghemat luasan lahan hutan yang terpakai di samping yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa dari hasil hutan yang di tanam di tempat ini. Bisa dicontoh skema dari http:\/\/www.hexamitra.co.id\/pembangkit-listrik-tenaga-biomassa.php ba<\/p>\n<p>Perencanaan PLTBM sangat dipengaruhi oleh wilayah yang bersangkutan terutama kesinambungan bahan baku. Oleh karena itu Register 45 yang cukup luas adalah ideal untuk keperluan ini. Jadi luasan hutan hanya sedikit yang terpakai untuk tapak piramida dan tapak PLTBM. Selain itu semua bangunan harus dirobohkan dan ditanami pohon sebagai bahan baku pembangkit tersebut.<\/p>\n<p>Di sekitar tapak piramida dibangun terminal angkutan penumpang dan angkutan logistik. Di sekitar PLTBM dibangun terminal logistik dan stasiun kereta api untuk mengangkut hasil panen hutan seantero luasan Register 45. Di tepi perbatasan lahan tempat tersebut perlu digali saluran primer selebar 10 meter yang cukup untuk perlintasan dua truck dan escavator ketika masa pembangunan dan perlintasan water way ketika sudah jadi dengan skema terusan seperti di Terusan Suez atau Terusan Panama.<\/p>\n<p>Saluran primer itu bisa sebagai pengumpul hasil panen air hujan untuk dikirim ke waduk dekat Piramida Dermaga. Bisa juga sebagai sarana water way untuk wisata dan keperluan dua piramida tersebut. Sekali gus saluran berfungsi sebagai pagar yang membatasi lalu lintas perambah hutan dan kendaraannya.<\/p>\n<p>Piramida adalah bangunan tahan gempa dan pergeseran tanah, digunakan dengan skema mulai dari lantai terbawah untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Lantai kedua untuk Kawasan Industri. Lantai ketiga untuk pelayanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, pemerintahan, waste management, environment management, dll. Lantai keempat untuk rusunawa dengan satu kamar, satu dapur, satu MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk para bujang gadis.<\/p>\n<p>Lantai kelima untuk rusunawa dengan dua kamar, satu dapur, satu MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk keluarga muda. Lantai keenam untuk rusunawa dengan satu kamar orang tua, satu kamar anak bujang, satu kamar anak gadis, satu kamar pembantu, satu dapur, dua MCK, satu gudang, satu ruang makan, satu ruang tamu untuk keluarga matang.<\/p>\n<p>Lantai ketujuh hingga terakhir diperuntukkan kamar-kamar losmen, hotel berbintang mulai satu hingga lima. Di atas mendekati puncak piramida adalah instalasi untuk keperluan penelitian energi petir, penelitian BMKG, penelitian navigasi, bandara angkutan helikopter dan empat helipad di keempat potongan sisi piramida.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan takut dengan teknologi nuklir karena 76,50 % rakyat Indonesia setuju ipteks nuklir. URL http:\/\/www.pikiran-rakyat.com\/node\/260465. Indonesia mempunyai cadangan uranium lebih dari 70.000 ton uranium. URL http:\/\/www.antaranews.com\/berita\/375792\/indonesia-miliki-cadangan-uranium-70000-ton Direncanakan ada Seminar Teknologi Nuklir dengan tema Aplikasi Teknologi Nuklir pada PLTN sebagai Sumber Energi Listrik RAMAH LINGKUNGAN bagi Industri untuk Memajukan Kesejahteraan Rakyat Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada hari &hellip; <a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/2015\/04\/08\/otindak-lanjut-seminar-teknologi-nuklir\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Tindak Lanjut Seminar Teknologi Nuklir dilanjutkan Bio Massa&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[62],"tags":[],"class_list":["post-2552","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gis-enviro-forest"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2552"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2552"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2552\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/rasp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}