UAV Navigation System 2

Diketahui ada dua draft Posters :
>>> i) For WMB Technical Safari Program;
>>> ii) For One-day Satellite Seminar at UGM.

Materi yang terkait dengan urusan yang ditangani Unila /FT /JTE adalah yang pertama (WMB Technical Safari Program). Bagian dari urusan ini yaitu UAV Navigation System menjadi urusan RASP dalam rangka mencapai target pendirian PAU bidang RADAR, REMOTE SENSING, NETWORKING, dll. Bagian  draft posters kedua menjadi urusan UGM. Simak uraian dari Arifin Nugroho [The following NOTES  are for Bapak Tri Kuntoro Priyambodo, UGM].

>>> Please kindly note that the One-day Satellite Seminar at the UGM is just a draft. For your information, the AESS-GRSS Indonesia Joint Chapter will be a co-organizer of the seminar in collaboration with Fak. Teknik UGM, but not a sponsor of any kind (due to limited organizational capability). Please kindly pursue the matter with the parties concerned, including Fakultas Teknik UGM, and the speakers for their perusal. Also, should it be approved, would you kindly broadcast this information to other interested entities.

Beberapa pertanyaan terkait sistem navigasi UAV: 1) Bagai mana memonitor dan mengendalikan pergerakan UAV dari satu tempat ke tempat lain? 2) Bagai mana ilmu dan teknologi untuk menemukan posisi dan mengarahkan UAV ke sana? 3) Bagai mana urusan peta untuk UAV? 4) Bagai mana UAV menemukan sendiri jalannya dari satu tempat ke tempat lain? 5) Bagai mana melokalisasi suatu posisi dan plotting the course of aircraft?

Apa yang bisa diambil pelajaran dari sistem navigasi GPS? Bagai mana membuat up-to-date navigation maps untuk UAV? Apa yang bisa dipelajari dari Trust NAVTEQ GPS navigation system maps for in-car and portable navigation devices?

UAV Navigation System 1

An unmanned aerial vehicle (UAV), colloquially known as a drone, is an aircraft without a human pilot on board. Wahana udara tanpa awak ini bisa menjadi produk ekspor non-migas seperti yang dilakukan oleh Israel dengan military drones-nya. Unila pun kini sedang mengembangkan UAV-based remote sensing yang tentu saja bisa disinergikan dengan riset Prof WM Boerner (POLinSAR for Disaster Monitoring in Sumatra Region) yang berkaitan dengan objek riset strategis untuk AESS-GRSS society di Indonesia. Untuk menerbangkan UAV demi urusan remote sensing dibutuhkan navigasi. Bagai mana sistem navigasinya?

Navigation is a field of study that focuses on the process of monitoring and controlling the movement of a craft or vehicle from one place to another. Navigation is science and technology of finding the position and directing the course of vessels and aircraft. The theory and practice of navigating, especially the charting of a course for a ship or aircraft.

Selain itu perhatikan uraian terkait peristilahan navigasi berikut ini.

Navigation is how ships or aircraft find their way from one place to another. The word navigation came from the word “navgatih” from the language of Sanskrit. NAVIGATION (from Lat. navis, ship, and agere, to move), the science or art of conducting a ship across the seas.

Salah satu bentuk navigasi adalah sistem navigasi GPS, meski pun A GPS navigation system needs up-to-date navigation maps to get you there. Sebagai contoh bisa disimak Trust NAVTEQ GPS navigation system maps for in-car and portable navigation devices. Jadi navigation is the act or practice of navigating; the science of locating the position and plotting the course of ships and aircraft.

Penelitian sel surya

Sumber tulisan: Hermanto, Ir, “[Menghitung] Pengaruh Penyinaran Daya Sel Surya dengan Menggunakan Metode Statistik”. Disadur di sini untuk menyebarluaskan konsep menggunaan energi surya.

Energi matahari merupakan dasar dari seluruh proses kehidupan di bumi. Energinya dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya adalah penggunaan energi matahari untuk membangkitkan energi listrik yang memerlukan alat yang disebut solar cell dengan proses pembentukan energi disebut efek photo-voltaik. Bahan dasar sel surya dikelompokkan menjadi dua yaitu silikon dan compound. Perbedaan utamanya adalah compound terbentuk dari kumpulan dua atau lebih bahan semi-konduktor.

Bagai mana pengaruh penyinaran dan temperatur pada daya yang dibangkitkan sel surya dengan bahan dasar silikon mono-kristal? Untuk mencari-tahu hal itu di-observasi sel surya yang dipasang di suatu tempat dengan peralatan dan kondisi lingkungan yang mendukung. Tempat yang dimaksud harus tepat agar radiasi matahari yang diterima sel surya cukup untuk menghasilkan daya listrik. Peralatan yang dimaksud adalah baterai untuk menampung daya listrik dan inverter untuk mengubah arus dari bentuk DC menjadi AC. Dengan memperhitungkan letak pemasangan dan jenis sel surya, dengan memperhatikan faktor alam serta peralatan pendukung, diharapkan daya yang dihasilkan sel surya maksimal dan umurnya lebih lama.

Energi merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Peningkatan kebutuhan energi merupakan indikator peningkatan kemakmuran. Hal itu menimbulkan masalah dalam penyediaan dan pemanfaatan energi meski pun pemerintah mengadakan program yang diarahkan pada pengelolaan energi secara hemat dan efisien dengan memperhitungkan peningkatan kebutuhan energi dalam negeri untuk jangka panjang.

Upaya peng-aneka-ragaman sumber energi telah ditentukan dan dimanfaatkan untuk memasyarakatkan sumber energi baru dan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan adalah sumber energi matahari atau energi surya.

Energi surya dapat dimanfaatkan di daerah pelosok yang belum terjangkau, dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik.

Sarasehan HKI di JTE FT Desember 2012

Berikut ini hasil-hasil yang  diperoleh dari Sarasehan HKI:

1) Kesediaan Konsultan HKI untuk berbagi ilmu di kuliah umum EE’s Lecture Series yang biasanya diselenggarakan tiap Senin terakhir tiap bulan atau kuliah reguler di mata kuliah Etika Profesi atau Kapita Selekta, kini kuliah setiap hari Selasa 07.30 – 09.10 wib di Lab Elka.

2) Dibuka peluang kerja sama Konsultan HKI dengan Lembaga Penelitian untuk beberapa program yang akan disepakati bersama terlebih dulu. Fokus pada MK Hukum Siber & Kekayaan Intelektual.

3) Ada peluang Konsultan HKI berbagi pengalaman untuk meningkatkan pemahaman hak kekayaan intelektual para dosen pada rapat jurusan yang ada di Fakultas Teknik.

4) Anggaran untuk kegiatan tri dharma perguruan tinggi bernuatan hak kekayaan intelektual akan ditingkatkan /ditambah, sebaiknya demikian.

Berikut ini mereka yang hadir pada sarasehan itu:

a] Admi Syarif, Ketua Lemlit.

b] Armelya, Konsultan HKI.

c] R. Arum, SP, Peneliti.

d] Sri Ratna S., Pengelola Jurnal.

e] Heri Rustamaji, Sekjur TKim.

f] Novri Tanti, Inventor.

Insya Allah, di masa yang akan datang, mereka akan dilibatkan dalam pembangunan Sistem HKI FT dan turunannya seperti Proposal UJI yang akan menghasilkan suatu perusahaan yang sebut saja CV PUSTAKA & INFORMASI yang akan menjual produk PUSTAKA terutama hasil karya sivitas akademik dan akan bergerak di bidang jasa KONSULTAN. Aamiin.

Royalti buku

Cerita pak Admi tentang pembuatan buku kerja bareng dengan orang asing. Beberapa tahun kemudian beliau mulai dikirimi dana royalti sekitar $ 300,- Ini untuk memotivasi para dosen agar rajin menulis buku dan mendaftarkan perlindungan hak cipta ke Ditjen HKI. Pak Admi berpesan agar para pegiat HKI tetap semangat, jangan pesimis. Masih ada harapan. Sudah diajukan belasan permohonan perlindungan HKI. Diharapkan di ujung masa jabatan, semua sudah bisa granted.

Kamus Lampung

Cerita pak Admi tentang kamus bahasa Lampung. Beliau diremehkan ketika menggagas hal tersebut. Akhirnya beliau mendapat dukungan Kemenristek sejumlah ratusan juta rupiah. Beliau mengajak beberapa orang tua Lampung untuk bekerja bersama di suatu hotel menyusun kamus dengan mengacu pada kamus Hassan Shadily. Setelah kamus jadi, buku itu ditawarkan pak Admi kepada Gubernur Lampung. Akhirnya pencetakan buku itu didanai Pemprov lebih dari satu milyar rupiah untuk dibagikan kepada seluruh sekolah di Lampung.

Sambutan Peneliti HKI

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Alhamdulillaah, kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang cukup representatif ini. Terima kasih atas kedatangan Bapak Admi Syarif, Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung, Ibu Armelya, Konsultan HKI, semua Bapak /Ibu Ketua Jurusan atau yang mewakili, plus yang terutama para utusan dari tiap Jurusan yaitu para pengelola jurnal dan para pengelola informasi. Saya berterima kasih atas dukungan formil dari Dekanat Fakultas Teknik dan dukungan teknis dari Pengurus Jurusan Teknik Elektro serta segenap karyawan.

Saya lebih bersyukur apa bila ada salah satu unsur Dekanat Fakultas yang berkenan hadir pada acara sarasehan ini. Walau pun harapan ini sia-sia. Hal itu pertanda dukungan terhadap usaha sivitas akademik untuk membangun Sistem HKI Fakultas belum signifikan. Semoga berhasil. Telah saya usulkan sistem yang dimaksud dalam bagan satu halaman yang memperkenalkan pentingnya pengelola jurnal (sudah tidak asing lagi) dan pengelola informasi yang bisa juga disebut sebagai data center or data ware house manager.

Diharapkan nantinya bisa diketahui aspirasi dari warga Fakultas Teknik terkait Sistem HKI ini. Karena yang datang cuma dari tiga jurusan, ada aspirasi dari dua jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Geofisika belum diketahui. Aspirasi dari pak Heri berupa penjelasan lebih dalam tentang Hak Kekayaan Intelektual. Aspirasi dari bu Tanti tentang bagai mana nasib desain mata bajak yang sudah terambil oleh suatu perusahaan. Aspirasi dari bu Ratna berupa perlindungan HKI bagi karya disertasi.

Cakupan kegiatan downstream

•Mulai dari mitigasi, kesiapan, dan ketanggapan mau pun peningkatan kapasitas (institusi, masyarakat, individu) dalam menanggapi peringatan dini sesuai prosedur tetap sampai pada kesiapan masyarakat kampus dalam menanggapi sistem tersebut sehingga perolehan hak kekayaan intelektual meningkat dari waktu ke waktu.
Tujuan Penelitian
•Menjajagi pengembangan pemodelan kebijakan kekayaan intelektual untuk meningkatkan perolehan paten terkait teknologi.
•Menerangkan penggunaan social engineering khususnya pemodelan dan simulasi agar model kebijakan lebih mudah untuk dipahami oleh stake holder.

Kolaborasi PT, Litbang & Industri

Meningkat kepercayaan dari perguruan tinggi dan lembaga litbang kepada industri sebagai sumber pendapatan. Industri & lembaga publik lainnya semakin melihat kerja sama ini sebagai sumber teknologi baru dan dukungan tenaga ahli yang dapat membantu tugas mereka dalam pengembangan produk, proses, dan kebijakan.

Sistem Peringatan Dini (HKI)

•Upstream, mekanisme pengumpulan data dari peralatan yang diletakkan di Fakultas Teknik, pengiriman data ke pusat pengolahan, proses analisa (di Lembaga Penelitian), hingga penyampaian peringatan dini kepada pihak berwenang (misalnya Dekan Fakultas Teknik, Ketua Lembaga Penelitian). Bisa sarat teknologi mulai pemantauan, tele-komunikasi, pengiriman, olah data, komunikasi informasi.
•Downstream, bagai mana penyampaian peringatan kepada pihak yang berwenang? Bagai mana keterkaitan antara Lembaga Penelitian dan Fakultas Teknik dalam penyampaian peringatan dini? Bagai mana kesiapan semua pihak dalam menindak-lanjuti peringatan dini, misalnya dalam proposal UBER HKI.