IbIKK KnowLedge & Techno Park

Dr. Ayi Ahadiat, S.E., MBA dalam mengusulkan struktur UPT Science & Techno Park tentu sudah mempertimbangkan perilaku organisasional di Unila, keefektifan dan strategi organisasi dengan tinjauan survei literatur, Kini Tim IbIKK KnowLedge & Techno Park tinggal menyiapkan rencana untuk mengantisipasi kehadiran UPT tersebut. Apa kontribusi FT Unila yang bisa diberikan?

•Terkait struktur UPT itu, FT Unila bisa berkontribusi u/ urusan-urusan: 1) bio energi [electric bio gas converter], 2) material maju [ferro-cement], 3) robotika [robot penerima tamu, uav] & otomasi [alat bantu shalat], 4) green infra-structure /technology, 5) bio- technology /engineering, 6) techno education [ee edu-tour], 7) HKI [patent drafting & supports, dll]. Kita bisa mulai menginventarisasi hasil penelitian skripsi mahasiswa, hasil Program Kreativitas Mahasiswa, hasil penelitian dan pengabdian dosen, hasil pendidikan dan pengajaran dosen. Dari sana dipilah-pilah mana dokumen yang layak didaftarkan perlindungan hak kekayaan intelektual-nya. Simultan dengan itu bagai mana content dari dokumen itu bisa dikomersialisasikan?

UPT Science & Techno Park

Berdasarkan info dari PD1 FT Unila diketahui bahwa Unila sedang membentuk Organisasi Tata Kerja untuk menransformasi dan merestrukturisasi organisasi dalam rangka sasaran mewujudkan visi menjadi 10 besar universitas di Indonesia pada tahun 2025. Dari beliau juga diperoleh struktur organisasi untuk UPT Science & Techno Park. Untuk persiapan menyambut kehadirannya, pada hari Senin 30 Juni 2014 jam 12.00 wib Dekan FT Unila di ruangannya menerima dan berdiskusi dengan Tim IbIKK KnowLedge & Techno Park yang terdiri atas RASP, MAM, GFN, dan HDS. Akhirnya diperoleh persetujuan Dekan bahwa Tim IbIKK bisa memanfaatkan fasilitas ruang pertemuan di samping Ruangan A1.1. Tim diminta juga mengajukan rancangan anggaran biaya terkait BOPTN.

URL http://fajarsumatra.com/2012/12/unila-bentuk-otk#.U7EIy0D4KBI

Ketua Tim OTK Unila Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. mengatakan, untuk mencapai sasaran tersebut, OTK mempunyai rencana dan strategi. Di dalamnya terdapat upaya yang perlu didukung organisasi kuat serta memadai untuk merespons segala tantangan. ’’Selain itu, OTK menopang Unila menjadi lebih kuat di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi,’’ kata Ayi. Ia menyatakan, diperlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan di Unila demi berjalannya rencana dan strategi OTK untuk kemudian dapat disahkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendibud dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Dengan organisasi yang baru, lanjutnya, Unila akan lebih efisien dan efektif dalam menjalankan semua strategi, program, serta kegiatan secara akuntabel dan transparan. Unila dengan OTK yang baru juga menjadi basis perguruan tinggi yang memanfaatkan teknologi, informasi, dan komunikasi dengan baik secara optimal. ’’Kemudian, Unila akan memperluas kemungkinan kerja sama, baik di dalam maupun luar negeri, dan membina hubungan dengan alumni lebih baik,’’ papar Ayi. Unila juga akan meningkatkan soft skill dan kewirausahaan mahasiswa guna menjamin karir mahasiswa lebih baik, serta melakukan penguatan terhadap program studi dari sisi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

FRW, Peta Situasi, Rumah Dijual

Simak berita di URL http://koran.tempo.co/konten/2014/03/10/336842/Ketahanan-Energi-Indonesia-Mengkhawatirkan. Hal ini berkaitan dengan gambaran berikut

petaFRW [Forum Rembug Warga] (Institute) bermula dari rumah dengan kode F17 di Perumahan Gatam Lestari. Mengapa berasal dari lokasi itu? Karena rencananya ketua panitia pembangunan masjid berdomisili di tempat tersebut. Di sana matahari bersinar terik sampai membuat tanah pecah-pecah tanda kekeringan. Cocok dibangun PLTS. Di depan rumah itu ada lahan berbatu kapur. Di lokasi itu sering berhembus angin kencang. Cocok dibangun kincir angin pembangkit listrik sekali gus menara masjid. Terus ke barat 10 meter ada jurang sedalam 10 meter. Di dasarnya ada aliran sungai dangkal dalamnya selutut orang dewasa dengan aliran berkelok-kelok. Cocok dibangun bendungan 5 meter tingginya dan PLTMH. Apa lagi kalau terjadi hujan lebat, sumur bor mencapai kedalaman 20 meter jika dipompa maka air yang didapat berwarna keruh ketika keadaan usai hujan deras /lebat. Sekarang rumah F17 akan dijual oleh pemiliknya dengan harga penawaran Rp 400 juta.

Potensi pengembangan masih terbuka dan masih mungkin berubah dengan proyek tentatif adalah smart and energized mosque di sentral dari perumahan Gatam Lestari. Dari denah di atas, kondisi 2019 hanya daerah yang diwarnai oranye dan hijau yang sudah didirikan bangunan dan dihuni. Selain itu masih lahan kosong. Kondisi sekarang banyak berubah. Daerah berwarna hitam ditulisi perumahan Padi Lestari kini sudah berubah menjadi hutan pohon jati. Di sebelah timur perumahan itu, di sisi utara ada lahan padi gogo dan hutan akasia. Di bagian selatannya ada lahan pertanian singkong. Sudah ada dua jalur jalan rusak banyak lubang dengan genangan air di sana sini jikalau hujan turun.

Bersambung ke sini.

SOSEK HIMATRO

Pada hari Jumat 30 Agustus 2013 jam 21:26 wib RASP mendapat SMS dari PETRUS untuk konsultasi kegiatan DEP SOSEK HIMATRO. Berikut ini disampaikan bahan konsultasi perdana dengan analisis SWOT. Dari SMS RANI pada hari Sabtu 31 Agustus 2013 jam 10:44 wib, diperoleh info bahwa RASP menjadi DP (Dosen Pembimbing) departemen itu. Dimintakan konsultasi terhadap program kerja departemen tersebut.

1) BAKSOS – Sebaiknya tetap dilanjutkan. Lebih baik jika ada Program PKMM yang bisa diraih. Kalau belum ada PKMM, coba diraih dana CSR dari perusahaan. Buat proposalnya dan kirim ke perusahaan tersebut.

BAKSOS pada bulan Ramadhan sebaiknya tetap diadakan. Kalau bisa ditambah BAKSOS terkait hari besar umat beragama, misalnya Natal, Nyepi, Waisyak, Imlek, serta Dies Natalis Unila, Ulang Tahun JTE dan /atau Himatro.

Untuk sembako bisa dibarengkan dengan usaha /bisnis sembako sehingga Himatro bisa adakan stock /inventory partai besar. Bukankah banyak anggota Himatro yang menjadi anak kos? Tentu dengan harga yang lebih murah dari pada beli eceran!

Pengumpulan baju pantas pakai sebaiknya dibuat jadwal rutin misalnya a] Saat wisuda sarjana dengan target sasaran adalah para wisudawan Elektro; b] Saat pengumuman hasil Ujian Nasional bagi mahasiswa Elektro yang punya adik lulus UN; c] Saat terjadi bencana alam dengan peluang pengumpulan secara terkoordinasi via BEM FT atau BEM UNILA; dll.

Untuk menampung sumbangan uang, sebaiknya dibuatkan rekening DOMPET SUMBANGAN HIMATRO di Bank BNI Syariah sehingga mudah untuk di-audit dan diwariskan ke pengurus periode berikutnya. Untuk pembuatannya, bukankah istri pak Gigih bekerja di bank tersebut? Bisa minta tolong beliau agar dimudahkan urusannya. Dengan rekening tetap selama bertahun-tahun akan diingat para alumni jika mereka ingin menyumbang!

Buat desain poster yang standar dan khas sehingga pembaca kalau melihat desain itu langsung terpikir untuk membantu atau menyumbang! Desain bisa dilombakan di kalangan mahasiswa baru Elektro.

Untuk desain acara baksos, RASP setuju kalau memakai tema yang relevan plus ada motivasi pendidikan dan berbagi ilmu dan pengalaman. Berbagi suka cita dengan game dan hiburan tetap dilanjutkan!

Untuk souvenir kenang-kenangan, tolong dibuat yang khas HIMATRO sehingga bisa juga untuk bisnis untuk menambah pemasukan ekonomi. Plakat, vandel, atau tropi bisa dijadikan sarana tukar menukar souvenir dengan institusi mitra /tujuan. Stiker, kaos, hem, celana, tas bisa dibuat untuk dijual ke mahasiswa baru Elektro, wisudawan Elektro, atau mahasiswa KKN Elektro.

2) Visi   :“Menjadikan Departemen sosial dan ekonomi sebagai media untuk menumbuhkan jiwa sosial dan wirausaha sehingga menciptakan mahasiswa yang kreatif dan peduli”

Berusahalah kalian menyusun proposal PKMM dan PKMK tiap tahun dengan komposisi penyusun bervariasi tahun angkatan masuk Elektro. Hal ini untuk kesinambungan program!

Lakukan kerja sama program serupa dengan departemen sejenis di HIMA tetangga, di BEM FT dan BEM UNILA. Hal ini bisa menampakkan kebersamaan dan kesan masif /kolosal yang membawa pengaruh signifikan kepada masyarakat sasaran. Di atas semua itu, RASP mengawali kolaborasi dengan mahasiswa melalui Dikominfo.

Denah situasi

Perhatikan gambar ini

wastecraft3Belajar dari hal itu, di TBM atau perpustakaan tidak hanya membaca saja, tetapi bisa dilangsungkan kegiatan produktif yaitu menambang data dari dokumen bekas walau hanya satu lebar atau robekan kertas. Data itu diolah menjadi informasi yang penting dan bisa didesiminasikan via internet. Perintisan kerja-kerja itu dimulai ketika Dikominfo atau FRW Institute terbentuk.

Data mining dari sampah

Simak gambar berikut

wastecraft4Untuk kasus ini, kita menambang data untuk jasa konsultan dari sampah terutama dokumen bekas dari koran yang kita beli, buku text lama, dll. Bisa kita mulai kerjakan di TBM, Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan. Oleh karena itu setelah Dikominfo berhasil didirikan, dicoba dirintis proses data mining tersebut. Di samping data, dari sampah bisa kita hasilkan produk daur ulang seperti kertas dari bubur kertas bekas, plastik baru dari serpihan plastik, minyak dari serpihan plastik, kompos dari sampah organik, bahkan yang terbaru kita bisa menambah emas, perak, tembaga, dan logam penting dari sampah elektronik.

Waste Industries

Di Yogya sudah ada ini

wastecraft1

Terus di Lampung bagai mana? Bagai mana kalau kita membangun WASTE INDUSTRIES? Rencananya RASP melalu CV Pustaka & Informasi akan mencoba menggarap hal itu dari segi core business-nya yaitu aspek pustaka dan aspek informasi. Oleh karena badan usaha itu belum ada, dicoba dibahas dulu materi itu dalam skema FRW Institute. Semoga ada investor yang berminat. Saya perhatian Pemda Bandar Lampung punya konsep terkait.

Kebetulan, KKN Angkatan Jan – Mar 2015, ada beberapa posdaya lingkungan yaitu di beberapa desa berikut:

KLP1, Tri Tunggal Jaya yaitu Taman Bacaan Masyarakat, bekerja sama dengan beberapa pustakawan di beberapa sekolah, dukungan dari KKN Desa Banjar Agung. Kalau bisa di sinilah tempat merancang waste industries.

KLP4, Tri Mukti Jaya yaitu Produsen Pupuk Kompos untuk Jahe Merah dari sampah organik, hasil pemangkasan dedaunan, belukar, rumput, sekali gus merapihkan lingkungan hidup sekitar rumah.

KLP5, Banjar Agung yaitu Himpunan Usahawan Onggok untuk membangun Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 di mana limbah organik diolah menjadi pupuk kompos.

KLP8, Tri Mulya Jaya yaitu SOKLI (Satgas Operasi Kebersihan Lingkungan) dengan penataan manajemen organisasi yang profesional mendukung kemandirian (iuran kebersihan) dan gotong royong (rutin mingguan) membersihkan selokan dan saluran drainase dituntaskan dengan industri daur ulang sampah plus pembuatan kompos.

KLP9, Tunggal Warga yaitu jalinan kerja sama Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia di Pasar Unit 2 dan sekitarnya menciptakan pasar tradisional yang terjaga kebersihan, keindahan, kerapihan, bebas bahan 3B (berbau tidak enak, beracun sampah /limbahnya, berbahaya bahan pengawet tambahan).

 

Belajar dari TBM MM Natar, Lamsel

Di masa yang akan datang Pengelola IBIKK (KNOWLEDGE & TECHNO) – PARK perlu membangun Taman Bacaan Masyarakat di salah satu tempat di kawasan FT Unila (Masjid Teknik) untuk memberi kesempatan belajar di luar jam kerja bagi sivitas akademik dan masyarakat sekitar Unila. Ada skema pendanaan dari Kemendikbud urusan pendidikan luar sekolah.

Pengelola TBM MM Natar mengizinkan RASP untuk menyelesaikan pekerjaannya di tempatnya. Terima kasih.

Pengelola ini bekerja paruh waktu di TBM. Dia pengajar SMP di Natar.
Pengelola ini bekerja paruh waktu di TBM. Dia pengajar SMP di Natar.

Anak sekolah setelah pulang mampir ke TBM sebelum sampai di rumah masing-masing.

Menilik seragamnya mereka pelajar SMP, asyik membaca.
Menilik seragamnya mereka pelajar SMP, asyik membaca.

Dari pada mengurusi perkelahian pelajar lebih baik membaca di taman bacaan masyarakat.

Belum pernah saya lihat pelajar SMA membaca di TBM.
Belum pernah saya lihat pelajar SMA membaca di TBM.

Edisi Sabtu 14 September 2013