{"id":81,"date":"2023-07-13T05:41:25","date_gmt":"2023-07-13T05:41:25","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/?p=81"},"modified":"2024-01-07T10:05:15","modified_gmt":"2024-01-07T10:05:15","slug":"politikus-busuk-dan-pembusukan-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/politikus-busuk-dan-pembusukan-politik\/","title":{"rendered":"Politikus Busuk dan Pembusukan Politik"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/repository.lppm.unila.ac.id\/50588\/1\/Politikud%20Busuk%20dan%20pembusukan%20politik.pdf\"> (opini ini dimuat di Kolom Suara Mahasiswa, Seputar Indonesia, Jumat, 29 Agustus 2008)<\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-660 aligncenter\" src=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/07\/opini-politikus-busuk-dan-pembusukan-politik.jpg\" alt=\"\" width=\"258\" height=\"803\" srcset=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/07\/opini-politikus-busuk-dan-pembusukan-politik.jpg 258w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2023\/07\/opini-politikus-busuk-dan-pembusukan-politik-96x300.jpg 96w\" sizes=\"(max-width: 258px) 85vw, 258px\" \/><\/p>\n<p>Oleh <strong>Iwan Sulistyo<\/strong><\/p>\n<p>Politik sesungguhnya merupakan suatu seni untuk meraih kekuasaan dengan cara yang konstitusional. Akan tetapi, realitasnya jauh berbeda.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Zainuddin Maliki di dalam bukunya <em>Politikus Busuk: Fenomena Insensibilitas Moral Elite Politik<\/em> (Galang Press, 2004) mengurai dengan sangat menarik mengenai hal ini. Intinya, politikus kita bersifat miskin hati dan rakus kekuasaan. Mereka berlarian mengejar kekuasaan dengan berbagai cara: memalsukan ijazah, menuakan umur, <i>money politics<\/i>, bersekongkol menelurkan undang-undang, dan bahkan berkoalisi diam-diam untuk menciptakan ketidakpastian. Telah terjadi apa yang disebut sebagai <i>political decay<\/i> (pembusukan politik), yang ditandai dengan penyebaran politikus busuk dan premanisme politik.<\/p>\n<p>Prof Ahmad Syafii Ma\u2019arif di dalam pengantar buku itu menyebutkan bahwa kekuatan kontrol di tengah-tengah kehidupan bangsa masih sangat lemah. Akibatnya, politik lepas kontrol dan berbagai kebijakan politik (berdasarkan kepentingan jangka pendek) berkembang atas dasar syahwat para elitenya.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em>Nah<\/em>, justru itu, kita harus ekstra-cermat dalam menonton berbagai atraksi dan manuver yang tengah dipertontonkan oleh para politikus menjelang Pemilu 2009. Tujuan mereka jelas, menawarkan sebuah solusi pemecahan masalah bangsa. Atas dasar itu, mereka menghipnotis rakyat untuk<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>mencoblos nomor urut\/gambar mereka di bilik suara. Sebab, satu suara yang diberikan kepada mereka akan sangat berarti bagi menang atau kalahnya sang calon di gelanggang pemilihan.<\/p>\n<p>Alih-alih memberikan tawaran, setelah duduk dan mendapatkan penghasilan lebih dari cukup (berikut kekuasaan), loyalitas justru beralih kepada kelompok dan parpol pendukung, bukan kepada konstituen. Padahal, loyalitas kepada konstituen adalah mutlak mengingat dari konstituenlah suara dan mandat diperoleh.<\/p>\n<p>Kita juga layak meneropong dengan seksama, mana saja figur yang telah sering duduk dikekuasaan, tetapi tidak membawa perubahan mendasar bagi perbaikan nasib sebagian besar konstituen (masyarakat pemilihnya). Namun, bagi figur yang benar-benar menyuarakan kepentingan rakyat, tidak ada salahnya kita berikan mandat untuk beberapa kali.<\/p>\n<p>Saya sendiri harus mengakhiri tulisan ini karena saya hendak memeriksa dulu apakah di sekitar saya ada politikus busuk yang maju di Pemilu 2009 kelak. Saya sudah menengarai beberapa nama dan kelompoknya. Namun, saya enggan menyebutkan. Rasanya kurang santun. Maklum, Senin besok sudah puasa. Saya sarankan Anda juga memeriksa di sekitar Anda, jangan-jangan juga ada politikus busuk. Tidak ada cara lain, membuat politikus busuk tidak kembali lagi bercokol di gelanggang kekuasaan adalah dengan jalan tidak memberikan suara kepada mereka pada Pemilu 2009 mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(opini ini dimuat di Kolom Suara Mahasiswa, Seputar Indonesia, Jumat, 29 Agustus 2008) Oleh Iwan Sulistyo Politik sesungguhnya merupakan suatu seni untuk meraih kekuasaan dengan cara yang konstitusional. Akan tetapi, realitasnya jauh berbeda.\u00a0 Zainuddin Maliki di dalam bukunya Politikus Busuk: Fenomena Insensibilitas Moral Elite Politik (Galang Press, 2004) mengurai dengan sangat menarik mengenai hal ini. &hellip; <a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/politikus-busuk-dan-pembusukan-politik\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Politikus Busuk dan Pembusukan Politik&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,7,17,1],"tags":[],"class_list":["post-81","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-domestic-politics","category-good-governance-and-leadership","category-local-politics","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":661,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81\/revisions\/661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/iwansulistyo\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}