{"id":24,"date":"2023-08-30T12:29:56","date_gmt":"2023-08-30T12:29:56","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/?p=24"},"modified":"2023-09-03T07:03:26","modified_gmt":"2023-09-03T07:03:26","slug":"mengatur-keuangan-dan-menambah-penghasilan-bagi-anak-kost","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/mengatur-keuangan-dan-menambah-penghasilan-bagi-anak-kost\/","title":{"rendered":"3 Tips Mengatur Keuangan dan Menambah Penghasilan bagi Anak Kost"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_25\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2023\/08\/Cara-Mengatur-Keuangan-Anak-Kost.png\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-25\" class=\"size-full wp-image-25\" src=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2023\/08\/Cara-Mengatur-Keuangan-Anak-Kost.png\" alt=\"Mengatur Keuangan dan Menambah Anak Kost\" width=\"686\" height=\"386\" srcset=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2023\/08\/Cara-Mengatur-Keuangan-Anak-Kost.png 686w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2023\/08\/Cara-Mengatur-Keuangan-Anak-Kost-300x169.png 300w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-content\/uploads\/sites\/32\/2023\/08\/Cara-Mengatur-Keuangan-Anak-Kost-210x118.png 210w\" sizes=\"(max-width: 686px) 100vw, 686px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-25\" class=\"wp-caption-text\">Mengatur Keuangan dan Menambah Anak Kost (<em>unsplash.com\/Noah Silliman<\/em>)<\/p><\/div>\n<p>Saat berstatus menjadi mahasiswa baru di salah satu kota metropolitan di Indonesia awal-awal menjalani kehidupan banyak mengalami permasalahan, dari beragam permasalahan yang ada setidaknya untuk urusan kiriman uang menjadi problema terbesar. Meski demikian, dalam hati saya sudah menekatkan diri bahwa apapun yang terjadi studi harus diajalani.<\/p>\n<p>Pernah juga waktu daftar ulang ada teman dari daerah sama, menawarkan untuk bergabung pada salah satu perusahaan Multi Level Marketing (MLM). Sempat berminat karena ada ajakan kata \u201cDasyat\u201d namun saya kembali urungkan karena untuk proses pendaftarannya saya waktu itu memang benar-benar tidak ada uang.<\/p>\n<p>Berjalannya waktu, sebagai mahasiswa perantauan yang tinggal di kost-an tentu harus berfikir kreatif dan juga imajenatif dalam mengatur keuangan, bahkan ada beberapa kegiatan juga yang saya lakukan pada saat itu untuk menambah penghasilan.<\/p>\n<h3><strong>Mengatur Keuangan dan Menambah Penghasilan untuk Anak Kost<\/strong><\/h3>\n<p>Tidak ada teknik khusus yang saya lakukan dalam mengatur keuangan sekaligus menambah penghasilan. Hanya saja secara teknikal pernah mengalami untuk membuat mencatat keuangan mempergunakan buku, mulai dari pengeluran harian sampai kemudian di totalkan selama sebulan.<\/p>\n<p>Namun nggak bertahan lama, alasannya karena kegiatan ini menjengkelkan karena manual dan membuat berfikir untuk berhitung. Toh, kiriman juga nggak nambah. Sejak saat itulah ada beberapa langkah sederhana yang biasa saya lakukan, antara lain;<\/p>\n<h4>1. <strong>Memisahkan antara Penghasilan dan Uang Kiriman<\/strong><\/h4>\n<p>Tahapan pertama yang perlu dilakukan ialah memisahkan antara penghasilan dan kiriman bulanan. Pertanyaannya, karena mahasiswa kadang sulit mendapatkan penghasilan wong yang sudah lulus saja banyak yang penggangguran. Maka, sekilas untuk jawaban diberikan kita harus memperoleh penghasilan dulu, bisa dengan jualan apa pun asalkan halal.<\/p>\n<p>Apalagi untuk kemajuan teknologi dan informasi saat ini, menambah penghasilan bisa dengan mudah dilakukan kok. Misalnya cara cepat yang modal minim jualan barang bekas yang di perlukan oleh anak kost. Berjualannya bisa mempergunakan media sosial ataupun situs jual beli online.<\/p>\n<p>Namun yang penting untuk di catat untuk berjualan barang-barang bekas tersebut hitung juga untung ruginya, contohnya saja berjualan barang bekasnya berupa megicom, dispenser, ataupun kipas angin yang notabene barang-barang tersebut cepat laku. Hindari berjualan yang modalnya besar contohnya saja henphone atau laptop kalau kita tidak tahu persis alat elektroniknya malah bisa saja uang kiriman bangkrut untuk menutupi modal.<\/p>\n<p>Nah, setelah di pastikan mendapatkan tamabahan uang maka pisahkan saja antara kiriman uang dari rumah. Tujuannya agar dapat memiliki perioritas yang harus diselesaikan.<\/p>\n<h4>2. <strong>Kurangi Makan Memakai Uang Pribadi Sekaligus Membangun Relasi<\/strong><\/h4>\n<p>Secara pribadi mengurangi makan juga bisa menjadi solusi untuk mengatur keuangan, namun dalam urusan mengurangi makan ini bukan berarti harus mengurangi porsi. Misalnya saja ikut beragam kegiatan organisasi di kampus. Biasanya dalam setiap agendanya ada makan gratis yang barang tentu lebih nikmat daripada masak sendiri.<\/p>\n<p>Bahkan, ketika ikut dalam organisasi kampus tersebut kita juga bisa berkenalan dengan alumuni yang juga dibutuhkan untuk menjaring relasi. Maka tak khayal uang makan bisa di distribusikan untuk kepentingan lainnya sekaligus menunjang usaha yang perlu dijalankan.<\/p>\n<h4>3. <strong>Pendapatan Bertambah Gaya Hidup Tetap<\/strong><\/h4>\n<p>Rumus sederhana yang lainnya, ketika sudah mendapatkan penghasilan sekaligus tetap memperoleh kiriman dari orang tua yang bisa dilakukan ialah rajin menabung untuk membuat usaha lebih besar lagi. Prihal urusan ini, untuk gaya hidup tetap konsisten seperti awal.<\/p>\n<p>Kasusnya ketika sudah mendapatkan penghasilan misalnya saja 1.000.000\/bulan untuk urusan makan tetap harus 3.00.00\/bulan seperti awal datang di perantuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat berstatus menjadi mahasiswa baru di salah satu kota metropolitan di Indonesia awal-awal menjalani kehidupan banyak mengalami permasalahan, dari beragam permasalahan yang ada setidaknya untuk urusan kiriman uang menjadi problema &hellip; <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/mengatur-keuangan-dan-menambah-penghasilan-bagi-anak-kost\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":25,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[3,4],"class_list":["post-24","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ulasan-dan-gagasan","tag-kost","tag-ulasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24\/revisions\/26"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/imammahmud\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}