{"id":422,"date":"2011-03-19T02:48:07","date_gmt":"2011-03-19T02:48:07","guid":{"rendered":"http:\/\/gigihfordanama.wordpress.com\/?p=422"},"modified":"2012-08-08T00:12:36","modified_gmt":"2012-08-08T00:12:36","slug":"telkomsl-fla-telknet-instant","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/2011\/03\/19\/telkomsl-fla-telknet-instant\/","title":{"rendered":"Telkoms*l Fla** = Telk**Net Instant ?"},"content":{"rendered":"<p>Pagi ini online modal minjem modem Fl**h istri, paketnya adalah unlimited dengan biaya berlangganan Rp. 110.000 perbulan, tidak terasa sudah hampir dua tahun berlangganan paket ini, meskipun begitu modem Fl**h sangat jarang digunakan dikarenakan istri bekerja dan saya juga sudah cukup puas dengan koneksi di Kampus,\u00a0 sesekali saja saya browsing via Smartphone Samsung Omnia Pro untuk sekedar cek mail,chat,atau membuka social networking.<\/p>\n<p>Dulu pada saat promosinya layanan Fl**h ini menjanjikan layanan bandwidth yang cepat dan stabil, dan memang terbukti 2 tahun lalu jika saya browsing langsung deh wushhh wusshhh wussh, tidak menunggu lama website dituju akan langsung terbuka.\u00a0 Lambat laun seiring waktu berganti zaman pun berubah tern<a href=\"http:\/\/gigihfordanama.files.wordpress.com\/2011\/03\/flash.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-423\" style=\"border:4px solid black\" src=\"http:\/\/gigihfordanama.files.wordpress.com\/2011\/03\/flash.jpg?w=300\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"190\" \/><\/a>yata layanan Fl**h ini makin gak jelas. Mulai dari sering sekali terputusnya koneksi (terparah tercatat harus reconnect tiap 1 menit sekali) hingga ke koneksi LOLA(loading lamaaaaaaa) semakin menambah daftar panjang akan buruknya layanan service mereka.<\/p>\n<p>Meskipun demikian saya masih bersyukur masih bisa menggunakan layanan ini, jika sewaktu waktu dari rumah butuh online dan ingin mengerjakan sesuatu membutuhkan koneksi internet, maka modem ini sering juga saya gunakan.<\/p>\n<p>Teringat saat saat masih menggunakan dial-up dari telpone rumah dengan judul layanan Telk*mNETinstan* (mirip mi-instant deh \ud83d\ude00 )\u00a0 pada saat itu kecepatan terbaik adalah 32 Kbps, yah jaman dulu dengan koneksi segitu sudah berasa gagah sekali maklum harga bandwidth juga masih relatif mahal,\u00a0 kumulasi layanan selama 1 jam bisa merogoh kocek 10.000 untuk si-dial-up ini.\u00a0 Zaman berganti modem portable pun sudah banyak dijual dipasaran, namun kok ya speednya\u00a0 gak jauh jauh dari dial-up dulu yang (khusus layanan <img decoding=\"async\" src=\"\/DOCUME%7E1\/ADMINI%7E1\/LOCALS%7E1\/Temp\/moz-screenshot.png\" alt=\"\" \/>si Fl**h ini), entah untuk modem modem lain.<\/p>\n<p>Eh tapi pernah juga jajal modem EVD* nya besutan SM*RT\u00a0 lumayan kenceng dan stabil minimal bisa dapet 512 Kbps rata rata disemua lokasi dengan coverage sinyal EVD* bahkan bisa lebih dari 1,5 Mbps, bandingkan dengan si Fl*sh ini\u00a0 hanya bisa dapet rata rata 64 Kbps rata rata disemua lokasi(beruntung jika sampe di 512 Kbps),\u00a0\u00a0 ada juga pernah coba I*2 nya IND**AT yang ini lumayan stabil walaupun speednya standar standar saja.<\/p>\n<p>Bisa jadi si Fl*sh ini penggunanya sudah begitu crowded hingga CIR hingga he level end user menjadi sangat dibatasi.\u00a0 Namun jika mereka tidak segera berbenah, maka haqqul yakin saya, akan banyak pelanggan Fl*sh akan bermigrasi besar besaran ke provider lain yang menyediakan layanan aftersales\/purna jual\u00a0 baik.<\/p>\n<p>Just my 2 Cent.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagi ini online modal minjem modem Fl**h istri, paketnya adalah unlimited dengan biaya berlangganan Rp. 110.000 perbulan, tidak terasa sudah hampir dua tahun berlangganan paket ini, meskipun begitu modem Fl**h sangat jarang digunakan dikarenakan istri bekerja dan saya juga sudah cukup puas dengan koneksi di Kampus,\u00a0 sesekali saja saya browsing via Smartphone Samsung Omnia Pro &hellip; <a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/2011\/03\/19\/telkomsl-fla-telknet-instant\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Telkoms*l Fla** = Telk**Net Instant ?&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,1348],"tags":[112,339,587,663,1079,1145],"class_list":["post-422","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blogosphere","category-kiat-sukses-menjadi-seorang-network-engineer-2","tag-bandwidth","tag-evdo","tag-layanan","tag-modem","tag-smart","tag-telkomsel-flash"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}