{"id":1659,"date":"2011-11-15T01:30:27","date_gmt":"2011-11-15T01:30:27","guid":{"rendered":"http:\/\/gigihfordanama.wordpress.com\/?p=1659"},"modified":"2012-08-07T23:59:14","modified_gmt":"2012-08-07T23:59:14","slug":"maskot-sea-games-2011","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/2011\/11\/15\/maskot-sea-games-2011\/","title":{"rendered":"Maskot Sea Games 2011"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify\"><a href=\"http:\/\/gigihfordanama.files.wordpress.com\/2011\/11\/modo-modi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-1660\" style=\"border:3px solid black\" src=\"http:\/\/gigihfordanama.files.wordpress.com\/2011\/11\/modo-modi.jpg?w=300\" alt=\"\" width=\"262\" height=\"216\" \/><\/a> Gambar disamping kiri merupakan maskot resmi SEA GAMES 26 tahun 2011, maskot ini dikenal luas dengan sebutan Modo &amp; Modi.\u00a0Modo merupakan nama komodo jantan yang mengenakan pakaian tradisional Indonesia berwarna biru dan memakai selempang dengan motif batik, dan Modi merupakan komodo betina yang memakai baju tradisional Indonesia yakni kebaya berwarna merah dan menggunakan sarung batik serta selendang.\u00a0 Modo dan Modi sebagai maskot melambangkan kepribadian pekerja keras, jujur, adil, ramah, bersahabat, dan sportif\u00a0 (perwakilan dari watak\/sikap asli masyarakat indonesia p umumnya). Dari beberapa referensi saya rangkum mengapa untuk even SEA GAMES tahun ini dipilih komodo sebagai Maskot resminya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong>1.<\/strong> Karena komodo adalah hewan endemik Indonesia dan hanya terdapat di wilayah Indonesia yaitu Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara, Komodo juga termasuk satwa langka dunia dan juga merupakan kebanggaan Indonesia.<\/p>\n<p><strong>2.<\/strong> Komodo sudah hampir punah, jadi maskot ini dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat dunia untuk melestarikan kadal purba terbesar di dunia ini.<\/p>\n<p><strong>3.<\/strong> Pemilihan Komodo sebagai maskot juga untuk\u00a0 mempromosikan Pulau Komodo menjadi New7Wonders Nature.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">Setidaknya, dikit banyaknya pemilihan komodo sebagai maskot resmi salah satu faktor keberhasilan terpilihnya pulau komodo menjadi salah satu dari new 7wonders Nature.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\n<blockquote>\n<p style=\"text-align:justify\">\u201c<em><strong>Marta Mukti Pesu Samata<\/strong><\/em>\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><a href=\"http:\/\/gigihfordanama.wordpress.com\/2011\/11\/04\/marta-mukti-pesu-samata-anda\">http:\/\/gigihfordanama.wordpress.com\/2011\/11\/04\/marta-mukti-pesu-samata-anda<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambar disamping kiri merupakan maskot resmi SEA GAMES 26 tahun 2011, maskot ini dikenal luas dengan sebutan Modo &amp; Modi.\u00a0Modo merupakan nama komodo jantan yang mengenakan pakaian tradisional Indonesia berwarna biru dan memakai selempang dengan motif batik, dan Modi merupakan komodo betina yang memakai baju tradisional Indonesia yakni kebaya berwarna merah dan menggunakan sarung batik &hellip; <a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/2011\/11\/15\/maskot-sea-games-2011\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Maskot Sea Games 2011&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,1348],"tags":[628],"class_list":["post-1659","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blogosphere","category-kiat-sukses-menjadi-seorang-network-engineer-2","tag-maskot-sea-games-2011"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1659"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1659\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/gigih\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}