{"id":260,"date":"2024-10-18T21:59:32","date_gmt":"2024-10-18T14:59:32","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/?p=260"},"modified":"2024-10-18T21:59:32","modified_gmt":"2024-10-18T14:59:32","slug":"saya-dan-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/2024\/10\/18\/saya-dan-generasi-muda\/","title":{"rendered":"Saya dan Generasi Muda"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-261\" src=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/10\/IMG_4723-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/10\/IMG_4723-300x200.jpg 300w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/10\/IMG_4723-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/10\/IMG_4723-768x513.jpg 768w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/10\/IMG_4723-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/10\/IMG_4723-2048x1367.jpg 2048w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/10\/IMG_4723-210x140.jpg 210w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Oleh: Dodi Faedlulloh<\/p>\n<p>Sebagai seorang alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), saya merasa beruntung pernah mendapatkan kesempatan yang sangat istimewa: duduk dan belajar sejajar dengan para dosen yang kompeten di bidangnya. Kesempatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademis saya, tetapi juga memberikan inspirasi untuk melanjutkan semangat tersebut kepada generasi mahasiswa saat ini. Bagi saya, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai-nilai yang saya peroleh di kampus.<\/p>\n<p>Berinteraksi dengan mahasiswa senantiasa membawa energi baru bagi saya. Ada semacam dorongan dan motivasi yang berlipat ganda setiap kali berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan mereka. Semangat muda yang penuh gairah ini mengingatkan saya akan pentingnya peran kita dalam mendampingi dan memfasilitasi mereka. Bagaimanapun, mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan yang kelak akan membawa perubahan di masyarakat.<\/p>\n<p>Namun, saya juga menyadari bahwa karakter mahasiswa berbeda-beda, sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendampingi mereka harus disesuaikan. Dalam pengalaman saya, ada tiga kategori umum mahasiswa yang sering terlibat dalam diskusi bersama saya. Pertama, ada mahasiswa aktivis yang kritis dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu sosial dan politik. Kedua, mahasiswa berprestasi yang cenderung fokus pada pengembangan akademis dan prestasi personal. Ketiga, ada mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu di ruang-ruang sosial, atau istilah populernya, mahasiswa &#8220;nongkrong.&#8221;<\/p>\n<p>Meskipun ketiga kelompok ini memiliki karakteristik dan fokus yang berbeda, saya selalu berusaha untuk tidak membeda-bedakan mereka. Diskusi dengan mahasiswa aktivis biasanya lebih terarah pada isu-isu strategis, seperti kebijakan publik dan pergerakan sosial, sementara dengan mahasiswa berprestasi, topik yang dibahas seringkali berhubungan dengan pencapaian akademis dan karier. Di sisi lain, mahasiswa yang lebih banyak &#8220;nongkrong&#8221; cenderung membawa dinamika obrolan yang lebih santai, tetapi tetap memiliki nilai penting karena mencerminkan keresahan sosial yang mereka hadapi sehari-hari. Dengan masing-masing kelompok ini, saya merasa penting untuk memberikan ruang bagi mereka untuk berbicara, mendengarkan, dan berdiskusi secara setara.<\/p>\n<p>Kemarin, saya mendapatkan kehormatan untuk menjadi pemantik diskusi di sebuah acara yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yaitu Klub Berkawan. Dalam acara ini, saya berhadapan dengan mayoritas audiens yang merupakan anak-anak muda berprestasi. Saya merasakan antusiasme dan energi yang luar biasa dari mereka. Yang lebih menggembirakan, banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis, yang menurut saya, mencerminkan kegelisahan serta kepedulian yang mendalam terhadap kondisi bangsa saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda kita tidak pasif, melainkan terus mencari jalan untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan nasional.<\/p>\n<p>Di tengah dinamika sosial dan politik yang penuh tantangan, keberadaan ruang-ruang diskusi seperti Klub Berkawan ini menjadi sangat penting. Klub ini bukan hanya tempat untuk berbagi gagasan, tetapi juga wadah untuk membangun jaringan dan kolaborasi antar pemuda. Saya berharap semangat perkawanan yang dibangun melalui kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, dan bahkan berkembang menjadi wadah yang lebih besar dan inklusif. Kolaborasi adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan masa depan, dan semangat kebersamaan inilah yang akan membawa kita menuju perubahan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Generasi muda memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perubahan. Tugas kita,\u00a0 adalah memastikan bahwa mereka mendapatkan ruang, dukungan, dan arahan yang tepat. Dengan mendampingi mereka, kita bukan hanya membentuk masa depan mereka, tetapi juga masa depan bangsa. Semoga semangat perkawanan ini terus hidup, tumbuh, dan menjadi landasan perjuangan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dodi Faedlulloh Sebagai seorang alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), saya merasa beruntung pernah mendapatkan kesempatan yang sangat istimewa: duduk dan belajar sejajar dengan para dosen yang kompeten di bidangnya. Kesempatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademis saya, tetapi juga memberikan inspirasi untuk melanjutkan semangat tersebut kepada generasi mahasiswa saat ini. Bagi saya, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk meneruskan nilai-nilai yang saya peroleh di kampus. Berinteraksi dengan mahasiswa senantiasa membawa &hellip; <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/2024\/10\/18\/saya-dan-generasi-muda\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[83,78,10],"class_list":["post-260","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-captions","tag-generasi-muda","tag-mahasiswa","tag-pemuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=260"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":262,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions\/262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}