{"id":182,"date":"2024-02-04T21:29:46","date_gmt":"2024-02-04T14:29:46","guid":{"rendered":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/?p=182"},"modified":"2024-02-04T21:32:06","modified_gmt":"2024-02-04T14:32:06","slug":"intelektual-kolektif-pierre-bourdieou","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/2024\/02\/04\/intelektual-kolektif-pierre-bourdieou\/","title":{"rendered":"Intelektual Kolektif Pierre Bourdieou"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-183 alignleft\" src=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-04-at-21.25.13-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-04-at-21.25.13-225x300.jpeg 225w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-04-at-21.25.13-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-04-at-21.25.13-158x210.jpeg 158w, https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-content\/uploads\/sites\/36\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-04-at-21.25.13.jpeg 960w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/>Oleh: Dodi Faedlulloh<\/p>\n<p>Saya membaca kembali karya Kang Arizal, buku Intelektual Kolektif Pierre Bourdieou. Menurut sosiolog Perancis ini, intelektual kolektif merupakan gabungan dari individu-individu yang berbeda yang memiliki berbagai kompetensi dan otoritas. Mencakup budaya, negara, dan perbatasan, jaringan intelektual kolektif ini dicirikan oleh jejaring yang luas. Prinsip utama yang mendasari pentingnya intelektual kolektif terletak pada komitmen untuk menjaga otonomi.<\/p>\n<p>Bourdieu secara aktif mencontohkannya melalui keterlibatannya dengan Centre de Sociologie Eurpeene, sebuah pusat penelitian yang melakukan riset kolaboratif yang melampaui batas disiplin ilmu dan dalam skala internasional. Upaya ini menjadi alternatif untuk melawan dominasi yang meminggirkan hak-hak publik dan otonomi intelektual.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure class=\"wp-block-pullquote\">\n<blockquote><p><em>\u00a0Perjuangan intelektual kolektif mensyaratkan keterlibatan ganda yang melibatkan kajian ilmiah dan advokasi. Dengan demikian memerlukan perpaduan antara kegiatan akademis dan komitmen. Elaborasi Bourdieu yang diulas Arizal menggarisbawahi peran penting yang dimainkan oleh \u201corang-orang kampus.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<\/figure>\n<p>Hal ini menimbulkan tantangan besar dalam konteks Indonesia. Para dosen di kampus kita lebih sering disibukkan dengan tanggung jawab administratif, sehingga tidak ada energi untuk mengaktifkan peran intelektualnya. Aktivitas publikasi ilmiah bukan untuk pengembangan pengetahuan itu sendiri atau medium perjuangan seperti yang ditekannkan oleh Bourdieu, lebih ke orientasi kum dan penggugur kewajiban. Belum lagi soal problem dasar kesejahteraan para dosen.<\/p>\n<p>Di sisi lain, dosen yang sudah mapan secara ekonomi justru lebih banyak bergelut di arena kekuasaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Oleh karena itu, upaya gerakan intelektual kolektif ini perlu diperluas. Intelektual ini bukan hanya \u201corang-orang kampus.\u201d Siapa pun, yang memiliki kompetensi, kemampuan khusus, dan komitmen yang teguh, dapat mengambil peran intelektual.<\/p>\n<p>Buku terbitan\u00a0<a class=\"x1i10hfl xjbqb8w x1ejq31n xd10rxx x1sy0etr x17r0tee x972fbf xcfux6l x1qhh985 xm0m39n x9f619 x1ypdohk xt0psk2 xe8uvvx xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x16tdsg8 x1hl2dhg xggy1nq x1a2a7pz notranslate _a6hd\" role=\"link\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/semutapi_id\/\">@semutapi_id<\/a>\u00a0ini penting dibaca sebagai bahan refleksi sejauh mana peran intelektual kita hari ini. Apakah benar-benar mampu menjadi gerakan ilmiah yang melawan atau justru malah \u201cterjatuh dan tak bisa bangkit lagi\u201d berhadapan dengan dominasi?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dodi Faedlulloh Saya membaca kembali karya Kang Arizal, buku Intelektual Kolektif Pierre Bourdieou. Menurut sosiolog Perancis ini, intelektual kolektif merupakan gabungan dari individu-individu yang berbeda yang memiliki berbagai kompetensi dan otoritas. Mencakup budaya, negara, dan perbatasan, jaringan intelektual kolektif ini dicirikan oleh jejaring yang luas. Prinsip utama yang mendasari pentingnya intelektual kolektif terletak pada komitmen untuk menjaga otonomi. Bourdieu secara aktif mencontohkannya melalui keterlibatannya dengan Centre de Sociologie Eurpeene, sebuah pusat penelitian yang melakukan riset kolaboratif yang melampaui batas &hellip; <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/2024\/02\/04\/intelektual-kolektif-pierre-bourdieou\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[54,55,56],"class_list":["post-182","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-book-review","tag-bourdieou","tag-intelektual","tag-kolektif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182\/revisions\/186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/dodifaedlulloh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}