{"id":3371,"date":"2011-03-14T00:48:50","date_gmt":"2011-03-14T00:48:50","guid":{"rendered":"http:\/\/dwijim.wordpress.com\/?p=496"},"modified":"2011-03-14T00:48:50","modified_gmt":"2011-03-14T00:48:50","slug":"kalimat-pembuka-acara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2011\/03\/14\/kalimat-pembuka-acara\/","title":{"rendered":"Kalimat Pembuka Acara &#8230;"},"content":{"rendered":"<p>    Tentunya banyak di antara kita yang sering mesti berbicara di depan<br \/>\norang banyak. Kesempatan ini sangat luas, di berbagai peristiwa. Misalnya saat memberi kata-kata sambutan, memberikan ceramah, memimpin doa dan banyak lagi yang lainnya. Sebelum berbicara, biasa pembicara memulai dengan ucapan pujian-pujian ke hadirat Allah swt., membaca syahadat, membaca sholawat dan sebagainya.<br \/>\n    Rasa-rasanya kurang afdhal jika pembicaraan dimulai dengan sekedar kata-kata, \u201dAlhamdulillah &#8230; kita panjatkan puji syukur &#8230; dan seterusnya\u201d. Memang tidak mengapa, hanya kurang greget aja kaleeeee &#8230; Apalagi jika sambutan dilakukan dalam kegiatan yang sifatnya keagamaan secara khusus.<br \/>\n    Nah &#8230; dengan latar belakang itulah maka tulisan ini dibuat. Kata-<br \/>\nkata pembuka yang ditulis pada tulisan ini, memang berani tampil beda. Bedanya di mana? Jika biasanya ucapan dimulai dengan memberikan salam dan baru kemudian pujian-pujian, maka di sini dimulai dengan puji-pujian dan rombongannya, baru kemudian memberikan salam. Ada beberapa da\u2019i atau penceramah yang suka menggunakan kalimat pembuka dengan model seperti ini.<br \/>\n    Jika Anda suka tantangan baru, tidak ada salahnya mencoba salah satu resep ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih kepada Ustadz Tri Mulyono, Lc ingkang sampun kersa paring pitulungan ngge nyerat seratan meniko.<br \/>\nLengkapiun seratan meniki saged dipun unduh wonten <a href=\"http:\/\/www.ziddu.com\/download\/17771372\/kalimat-nggo-mbuka-acara.pdf.html\">ziddu<\/a> utawi teng <a href='https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2011\/12\/kalimat-nggo-mbuka-acara.pdf'>wordpress<\/a>. Matur nuwun.<br \/>\nNaskah asli dalam Latex :<\/p>\n<pre>\n\\documentclass[12pt]{article}\n\\usepackage{arabtex} \n\\usepackage[bahasa] {babel}\n%\\usepackage[geometry]{top=2}\n\\hyphenation{per-to-long-an}\n\\author{dwi sakethi \\\\\n        dwijim@unila.ac.id \\\\\n        http:\/\/www.dwijim.wordpress.com \\\\\n        0816 403 432\n}\n\\title{\\Huge Kalimat Pembuka Acara}\n\\begin{document}\n\\maketitle \nTentunya banyak di antara kita yang sering mesti berbicara di depan orang banyak.\nKesempatan ini sangat luas, di berbagai peristiwa. Misalnya saat memberi kata-kata\nsambutan, memberikan ceramah, memimpin doa dan banyak lagi yang lainnya.\nSebelum berbicara, biasa pembicara memulai dengan ucapan pujian-pujian ke hadirat \nAllah swt., membaca syahadat, membaca sholawat dan sebagainya.\n\\par\n\\indent\nRasa-rasanya kurang afdhal jika pembicaraan dimulai dengan sekedar kata-kata,\n\"Alhamdulillah ... kita panjatkan puji syukur ... dan seterusnya\". Memang tidak\nmengapa, hanya kurang \\textit{greget aja kaleeeee} ... Apalagi jika sambutan\ndilakukan dalam kegiatan yang sifatnya keagamaan secara khusus. \n\\par\n\\indent\nNah ... dengan latar belakang itulah maka tulisan ini dibuat. Kata-kata pembuka\nyang ditulis pada tulisan ini, memang berani tampil beda. Bedanya di mana? Jika\nbiasanya ucapan dimulai dengan memberikan salam dan baru kemudian pujian-pujian,\nmaka di sini dimulai dengan puji-pujian dan rombongannya, baru kemudian memberikan\nsalam. Ada beberapa da'i atau penceramah yang suka menggunakan kalimat pembuka dengan\nmodel seperti ini. \n\\par\n\\indent\nJika Anda suka tantangan baru, tidak ada salahnya mencoba salah satu resep ini.\nSemoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih kepada Ustadz Tri Mulyono, Lc ingkang\nsampun kersa paring pitulungan ngge nyerat seratan meniko. \\\\ \\\\ \n\\fullvocalize\n\\setcode{arabtex}\n\\begin{arabtext}\n\\noindent\ninna al-.hamda lillahi $\\odot$ na.hmaduhu wa nasta`Inuhu\nwa nasta.gfiruhu $\\odot$  wa na`U_du bial-ll_ahi min ^surUri\n'anfusinA $\\odot$ wa min sayyi'Ati 'a`mAlinA $\\odot$ man yahdI \nal-ll_ahu falA mu.dilla lahu $\\odot$ wa man yu.dlil falA hAdiya lahu $\\odot$ \n'a^shadu 'an lA 'il_aha 'illA al-ll_ahu $\\odot$ \nwa 'a^shadu 'anna mu.hammadaN rasUlu al-ll_ahi  $\\odot$ \n'al-l_ahumma .salli `al_A mu.hammadiN wa .sa.hA batihi mina al-muhAjirIna \nwa al-'an.sAri wa man tabi`ahum 'il_A yawmi ad-dIni $\\odot$ \\\\\n'ayyuhA al-'i_hwaT \/ al-'a_hwAt ... na^skuru al-ll_ah ta`A l_A `al_A ni`matihi\nal-kabIraT $\\odot$ wa min ni`amihi `alaynA ma`rifaTa al-ll_ah wa ad-dIn wa\nar-rasUl wa ad-da`waTa $\\odot$ wa ha_dihi al-jamA`aTa al-mubArakaT $\\odot$\nwaka_dalika ma`rifaTa 'anfusinA $\\odot$ ha_dA al-layl \/ an-nahAr \/ al-masA'  \nal-mubArakaT ... najtami`u fI ha_dA al-majlisi li'Ajli al-'u_huwwaT \nwa ad-da`waT 'il_A al-ll_ah $\\odot$ nas'alu al-ll_ah ta`A l_A al-birri wa at-taqwaY\nwa al-`AfiyaT fI badaninA fI al-'ahli wa al-'awlAd$\\odot$ \\\\\n'u.hayyi'ukum bita.hiyyaTi al-'islami ta.hiyyaTaN min `indi al-ll_ahi mubArakaTaN \n.tayyibaTaN ta.hiyyatu 'ahli al-jannaTi ... \\\\\n'assalAmu `alaikum wa ra.hmatu al-ll_ahi wa barakAtuhu ...\n\\end{arabtext}\nSesungguhnya segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan Allah,\nkita memohon ampunan-Nya, dan kita memohon perlindungan-Nya dari keburukan diri kita\ndan dari keburukan amal-amal kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka\ntidak ada yang mampu menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya maka \ntiada yang mampu memberi hidayah kepadanya. \\\\\nAku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad \nadalah utusan Allah. Semoga sholawat dicurahkan kepada Nabi Muhammad saw., kepada\nsahabatnya dari kalangan Muhajirin dan kalangan Anshar dan kepada siapa saja yang\nmengikuti jejak mereka hingga akhir zaman. \\\\\nSaudara\/saudari sekalian ... kita bersyukur kepada Allah swt. atas nikmat-Nya yang\nbegitu banyak dan atas nikmat-Nya sehingga kita mengenal Allah, agama-Nya, Rasul-Nya,\nda'wah-Nya dan kepada golongan kita yang semoga diberi keberkahan-Nya. Dan demikian\njuga sehingga kita mengenal diri kita. Pada kesempatan ini ... (malam\/siang\/masa) \nyang semoga diberkahi  oleh-Nya ... kita berkumpul di sini untuk menjalin persaudaraan\ndan menyeru kepada Allah. Kita memohon kepada Allah swt. atas kebaikan dan ketaqwaan,\nkesehatan atas diri kita, keluarga kita dan anak-anak kita ... \\\\\nSaya menyampaikan salam pembuka kepada kalian, salam Islami, salam yang berasal dari\nAllah swt., penuh keberkahan dan kebaikan, salam penghuni syurga ... \\\\ \n\\begin{arabtext}\n'assalAmu `alaikum wa ra.hmatu al-ll_ahi wa barakAtuhu ...\n\\end{arabtext}\\\\ \\\\\n%\\hspace{31}\nTulisan ini pada awalnya ditulis tangan oleh Ustadz Tri Mulyono, Lc.\nKemudian ditulis ulang dengan \\LaTeX oleh dwijim.\nJika ada kesalahan atau kekeliruan dalam tulisan ini, mohon\ndiberitahukan kepada dwi sakethi 0816-403-432 atau dwijim@unila.ac.id\nuntuk dilakukan perbaikan. Terima kasih atas saran, masukan atau kritiknya. \\\\\nTulisan ini dapat diunduh di www.dwijim.wordpress.com. Semoga bermanfaat.\n\n\\end{document}\n<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentunya banyak di antara kita yang sering mesti berbicara di depan orang banyak. Kesempatan ini sangat luas, di berbagai peristiwa. Misalnya saat memberi kata-kata sambutan, memberikan ceramah, memimpin doa dan &hellip; <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2011\/03\/14\/kalimat-pembuka-acara\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,494],"tags":[],"class_list":["post-3371","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-ke-islam-an"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3371"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3371\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}