{"id":3346,"date":"2010-11-03T02:30:48","date_gmt":"2010-11-03T02:30:48","guid":{"rendered":"http:\/\/dwijim.wordpress.com\/?p=319"},"modified":"2010-11-03T02:30:48","modified_gmt":"2010-11-03T02:30:48","slug":"mengapa-harus-menulis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2010\/11\/03\/mengapa-harus-menulis\/","title":{"rendered":"Mengapa (harus) menulis ?"},"content":{"rendered":"<p>Menulis. Sebuah kata yang tidak asing bagi kita, akan tetapi merupakan suatu misteri atau mungkin malah sesuatu yang menakutkan bagi orang kebanyakan. Bahkan menulis tidak jarang menjadi momok yang menakutkan bagi orang yang tidak bisa lepas dari kegiatan tulis menulis semacam mahasiswa, guru, dosen dan sebagainya. Ada apa dengan menulis? Jika menulis dianggap merupakan pekerjaan yang berat, barangkali karena memang ada manfaat yang begitu besar dari kegiatan menulis itu sendiri.<br \/>\nBerkaca kepada fakta sejarah, bisa dilihat bahwa salah satu sisi dari orang-orang besar adalah karya-karyanya dalam bentuk tulisan. Di Indonesia adalah Buya HAMKA dengan Tafsir Al-Azhar, novel Di Bawah Naungan Ka&#8217;bah, dan sebagainya. Di kalangan pergerakan Islam ada Imam Hasan Al Banna dengan begitu banyak tulisannya. Kemudian diteruskan dengan Sayyid Quthb dengan Tafsir Fi Dzilalil Qur&#8217;an. Dari kalangan ulama terdahulu, tentu masyarakat tidak akan kenal dengan Bukhori-Muslim jika beliau berdua tidak meninggalkan karya-karyanya dalam bentuk tulisan. Karya yang sangat terkenal tentu saja dalam bentuk kitab hadits. <\/p>\n<p>Artikel ini sudah dikirimkan ke majalah LAZDAI Lampung. Artikel lengkap bisa diunduh <a href=\"http:\/\/www.ziddu.com\/download\/12356660\/kenangapa-kudu-nulis.pdf.html\">di sini (ziddu.com)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menulis. Sebuah kata yang tidak asing bagi kita, akan tetapi merupakan suatu misteri atau mungkin malah sesuatu yang menakutkan bagi orang kebanyakan. Bahkan menulis tidak jarang menjadi momok yang menakutkan &hellip; <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2010\/11\/03\/mengapa-harus-menulis\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,494],"tags":[],"class_list":["post-3346","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-ke-islam-an"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3346"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}