{"id":3336,"date":"2010-09-30T04:09:19","date_gmt":"2010-09-30T04:09:19","guid":{"rendered":"http:\/\/dwijim.wordpress.com\/?p=187"},"modified":"2010-09-30T04:09:19","modified_gmt":"2010-09-30T04:09:19","slug":"rekayasa-perangkat-lunak-untuk-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2010\/09\/30\/rekayasa-perangkat-lunak-untuk-apa\/","title":{"rendered":"Rekayasa perangkat lunak, untuk apa ?"},"content":{"rendered":"<p>    Pak Yasin seorang petani di daerah Tanggamus. Kesederhanaan sudah<br \/>\nbukan hal yang perlu disadarkan kepadanya (karena memang nggak bisa<br \/>\nhidup mewah). Suatu hari Pak Yasin akan membangun sebuah gubug di<br \/>\nsawahnya. Maka tanpa perlu konsultasi ke arsitektur, tanpa ba bi bu &#8230;, Pak<br \/>\nYasin pun segera membangun sendiri gubugnya. Tanpa analisa berapa biaya<br \/>\ndan waktu, tanpa perencanaan, gubugnya pun dalam sehari sudah berdiri<br \/>\n&#8230; tentu saja dengan tidak megahnya &#8230; \ud83d\ude42 Tidak tahunya, baru sehari<br \/>\ndinikmati, Pak Yasin ingin mengubah arah gubugnya, supaya mudah dan<br \/>\nenak kalau sholat. Maka tanpa ba bi bu juga, ia pun segera membongkar<br \/>\nkembali dan mengubah gubugnya. Bisa dibilang dengan $0 gubugnya pun<br \/>\nsudah berubah arah. Meski masih tidak megah.<br \/>\n    Pak Rahman seorang bussiness man. Dalam rangka mengembangkan bis-<br \/>\nnisnya, Pak Rahman akan membangun sebuah gedung bertingkat 11. Melalui<br \/>\nsalah seorang koleganya, Pak Rahman akhirnya berkonsultasi dengan seorang<br \/>\narsitek. Setelah melalui konsultasi yang intensif, akhirnya rancangan gedung<br \/>\nitu pun selesai. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dengan penantian<br \/>\nyang panjang, maka gedung itu pun selesai. Berdiri dengan megahnya &#8230;<br \/>\nmasih ingat gubug Pak Yasin &#8230; \ud83d\ude42 Apa jadinya kalau kemudian ternya-<br \/>\nta Pak Rahman ingin mengubah gedung yang tadinya menghadap ke timur<br \/>\nmenjadi ke arah barat ? Berapa biaya, waktu, tenaga yang harus dikelu-<br \/>\narkan lagi &#8230; \ud83d\ude41 Apalah jadinya kalau hari ini pasang pintu, besoknya diganti<br \/>\njendela, dan akhirnya malah ditutup.<br \/>\n    Dalam masalah gubug pak Yasin, pemakainya bisa dikatakan hanya be-<br \/>\nberapa orang. Dalam pembuatan gubug, tidak perlu memikirkan aspek<br \/>\npengamanan. Mengapa ? Ya &#8230; karena menang tidak ada yang perlu dia-<br \/>\nmankan. Bagaimana dengan gedung pak Rahman ? Tentu saja benyak hal<br \/>\nyang direncanakan. Seperti misalnya, dimana letak tempat parkir, bagaia-<br \/>\nmana posisi pintu-pintu supaya mudah untuk menuju suatu ruangan. Juga<br \/>\nsistem keamanan gedung.<br \/>\n    Gambaran pengembangan sistem informasi kurang lebih seperti itu &#8230;<br \/>\nTulisan lengkap bisa diunduh <a href=\"http:\/\/www.ziddu.com\/download\/11886678\/rekayasa-perangkat-lunak-untuk-apa.pdf.html\">di sini. <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pak Yasin seorang petani di daerah Tanggamus. Kesederhanaan sudah bukan hal yang perlu disadarkan kepadanya (karena memang nggak bisa hidup mewah). Suatu hari Pak Yasin akan membangun sebuah gubug di &hellip; <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2010\/09\/30\/rekayasa-perangkat-lunak-untuk-apa\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,3],"tags":[],"class_list":["post-3336","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-materi-kuliah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3336"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3336"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3336\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}