{"id":3332,"date":"2010-09-01T03:34:35","date_gmt":"2010-09-01T03:34:35","guid":{"rendered":"http:\/\/dwijim.wordpress.com\/?p=92"},"modified":"2010-09-01T03:34:35","modified_gmt":"2010-09-01T03:34:35","slug":"kuliah-pengembangan-aplikasi-xbase-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2010\/09\/01\/kuliah-pengembangan-aplikasi-xbase-2\/","title":{"rendered":"Kuliah Pengembangan Aplikasi xBase"},"content":{"rendered":"<p>Clipper adalah bahasa pemrograman yang lebih ditujukan untuk pengelolaan data. Clipper terkenal pada dekade tahun 80-an sampai pertengahan 90-an. Clipper dimasukkan ke dalam kelompok keluarga Xbase, yaitu dBase, Clipper, Foxbase, FoxPro, dan lain-lain. Beberapa keuntungan Clipper di antaranya : tidak memerlukan perangkat keras yang tinggi (PC AT 286 pun bisa digunakan, dan ingat di pelosok mungkin masih ada komputer PC AT 386), berbasis teks (tidak<br \/>\ngrafis) sehingga cepat dalam pencetakan ke printer dan mudah dalam pemasukan data, kecepatan pemasukan data (tentu disenangi oleh operator pemasukan data). Dalam pengembangan suatu sistem informasi tentu saja dasarnya adalah kebutuhan sisten bukan keinginan pemakai. Jika cukup dengan sistem xBase, maka tidak perlu menggunakan aplikasi grafis apalagi sampai web server.<br \/>\nAkan tetapi jika memang sistem membutuhkan sistem yang lebih dari sekedar xBase maka tentu tidak xBase tidak dapat digunakan.<br \/>\nMasalah lain yang bisa menjadi perhatian adalah menggarisbawahi pernyataan yang disampaikan oleh Alfons Tanudjaya, spesialis antivirus dari Vaksincom, yang dimuat dalam detikINET, Rabu (8\/8\/2007). Beliau menyatakan bahwa, \u201dPengguna format dbf bisa lebih banyak dari format yang lebih baru. Dan secara persentase jumlah perusahaan, pengguna database .dbf ini mencapai<br \/>\nlebih dari 50 % dan tersebar di seluruh Indonesia.\u201d Memang untuk saat ini (September 2009) tentu jumlahnya sudah semakin menurun akan tetapi setidaknya masih ada pasar yang membutuhkan skill xBase ini.<br \/>\nMateri Kuliah Pengembangan Aplikasi xBase khsususnya menggunakan Pemrograman Clipper, buku panduannya bisa diunduh <a href='https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2012\/10\/clipper-asli.pdf'>di sini.<\/a>Buku ini terakhir diunggah tanggal 15 Desember 2010.<br \/>\nUntuk Clipper Compilernya sebagai bahan pembelajaran, bisa diunduh<br \/>\n<a href='https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2012\/10\/ca-52-zip.doc'>di sini.<\/a> Berkas ini setelah diunduh, nama berkasnya di-rename dengan membuang ekstensi .doc-nya.<br \/>\n Sedangkan jika Anda ingin menggunakan dBase versi jadul, silahkan diunduh <a href='https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2012\/10\/dbase-zip.doc'>di sini.<\/a> Berkas ini setelah diunduh, nama berkasnya di-rename dengan membuang ekstensi .doc-nya.<br \/>\nMateri dalam bentuk Satuan Acara Pembelajaran (SAP) ada <a href=\"http:\/\/www.ziddu.com\/download\/11397155\/sap-xbase.rtf.html\"> di sini. <\/a> <br \/>\nMateri praktikum bisa diunduh <a href='https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2012\/10\/buku-praktikum.pdf'>di sini.<\/a><br \/>\n<br \/>\nUntuk tambahan sumber bacaan,moga-moga bisa dilihat pada kaitan berikut : <br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.ousob.com\/ng\/53guide\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">Advantage CA Clipper Guide v5.5, The Guide To Clipper 5.3 (Des 2012)<\/a> <br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.csuhayward.edu\/ics\/walab\/u_guides\/db3guide.htm\" target=\"new\" rel=\"noopener\">Dbase III User Guide (broken link)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>       Clipper adalah bahasa pemrograman yang lebih ditujukan untuk pengelolaan data. Clip-<br \/>\nper terkenal pada dekade tahun 80-an sampai pertengahan 90-an. Clipper dimasukkan ke dalam<br \/>\nkelompok keluarga Xbase, yaitu dBase, Clipper, Foxbase, FoxPro, dan lain-lain. Beberapa keun-<br \/>\ntungan Clipper di antaranya : tidak memerlukan perangkat keras yang tinggi (PC AT 286 pun bisa<br \/>\ndigunakan, dan ingat di pelosok mungkin masih ada komputer PC AT 386), berbasis teks (tidak<br \/>\ngrafis) sehingga cepat dalam pencetakan ke printer dan mudah dalam pemasukan data, kecepatan<br \/>\npemasukan data (tentu disenangi oleh operator pemasukan data). Dalam pengembangan suatu sis-<br \/>\ntem informasi tentu saja dasarnya adalah kebutuhan sisten bukan keinginan pemakai. Jika cukup<br \/>\ndengan sistem xBase, maka tidak perlu menggunakan aplikasi grafis apalagi sampai web server.<br \/>\nAkan tetapi jika memang sistem membutuhkan sistem yang lebih dari sekedar xBase maka tentu<br \/>\ntidak xBase tidak dapat digunakan.<br \/>\n        Masalah lain yang bisa menjadi perhatian adalah menggarisbawahi pernyataan yang disam-<br \/>\npaikan oleh Alfons Tanudjaya, spesialis antivirus dari Vaksincom, yang dimuat dalam detikINET,<br \/>\nRabu (8\/8\/2007). Beliau menyatakan bahwa, \u201dPengguna format dbf bisa lebih banyak dari format<br \/>\nyang lebih baru. Dan secara persentase jumlah perusahaan, pengguna database .dbf ini mencapai<br \/>\nlebih dari 50 % dan tersebar di seluruh Indonesia.\u201d Memang untuk saat ini (September 2009) tentu<br \/>\njumlahnya sudah semakin menurun akan tetapi setidaknya masih ada pasar yang membutuhkan<br \/>\nskill xBase ini. <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2010\/09\/01\/kuliah-pengembangan-aplikasi-xbase-2\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,3],"tags":[],"class_list":["post-3332","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-materi-kuliah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3332"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3332"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3332\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}