{"id":2193,"date":"2014-06-10T18:58:51","date_gmt":"2014-06-10T18:58:51","guid":{"rendered":"http:\/\/dwijim.wordpress.com\/?p=2193"},"modified":"2014-06-10T18:58:51","modified_gmt":"2014-06-10T18:58:51","slug":"mengetik-cepat-dengan-sepuluh-jari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2014\/06\/10\/mengetik-cepat-dengan-sepuluh-jari\/","title":{"rendered":"Mengetik Cepat Dengan Sepuluh Jari"},"content":{"rendered":"<p>Posisi tombol papan ketik yang umum digunakan di Indonesia adalah papan ketik model<br \/>\nQWERTY. Mengapa papan ketik ini mempunyai model seperti ini? Barangkali banyak yang<br \/>\nakan menjawab bahwa papan ketik model seperti ini dibuat supaya pemakai bisa mengetik<br \/>\ndengan cepat. Jawaban dari pertanyaan ini akan didapatkan jika kita kembali ke masa lalu.<br \/>\nBagi mereka yang pernah menggunakan mesin ketik (penulis menggunakannya sekitar tahun<br \/>\n1986-an) tentu tahu jawabannya. Ketika mesin ketik digunakan untuk mengetik secara<br \/>\ncepat maka sangat berpeluang untuk terjadi belitan antar besi-besi di mesin tik. Jadi mesin<br \/>\ntik dengan posisi QWERTY justru dirancang supaya orang susah mengetik sehingga tidak<br \/>\nbisa mengetik dengan cepat. Itulah filosofi dari susunan tombol mesin tik QWERTY yang<br \/>\ndigunakan sampai sekarang. Sebuah keterlanjuran.<br \/>\nJaman berganti, konsep pun berubah, Sekarang justru dibutuhkan kemampuan menge-<br \/>\ntik dengan cepat. Mengetik cepat pun tidak akan menyebabkan besi-besi yang menyangkut.<br \/>\nUntuk mengetik tombol dan tombol f pun diperlukan energi yang sama dengan ketika<br \/>\nmengetik tombol a . Bandingkan dengan zaman mesin tik. Ketika mengetik tombol a<br \/>\ndengan kelingking kiri, sementara tombol f dengan telunjuk kiri. Tentu saja dibutuhk-<br \/>\nan usaha yang berbeda karena kekuatan yang berbeda antara telunjuk dengan kelingking.<br \/>\nSemakin cepat pemakai komputer dalam mengetik setidaknya ini akan membantu semakin<br \/>\ncepat menyelesaikan pekerjaan.<br \/>\nSelengkap &#8230; bisa diunduh <a href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2014\/06\/ngetik-sing-cepet.pdf\">wonten mriki.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Posisi tombol papan ketik yang umum digunakan di Indonesia adalah papan ketik model QWERTY. Mengapa papan ketik ini mempunyai model seperti ini? Barangkali banyak yang akan menjawab bahwa papan ketik &hellip; <a class=\"readmore\" href=\"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/2014\/06\/10\/mengetik-cepat-dengan-sepuluh-jari\/\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2193","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2193"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2193"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2193\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dosen.unila.ac.id\/0011066803\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}